Kopi dan Kosmopolitanisme Mahasiswa

- Advertisement -

(Hedwin Yudha)*

PILIHANRAKYAT.ID, Indonesia terkenal dengan negara penghasil rempah-rempah yang bermanfaat bagi tubuh manusia, selain rempah-rempah terdapat juga tumbuhan atau biji-bijian yang bermanfaat dan menyehatkan termasuk kopi, walaupun dalam sejarah tercatat, kopi berasal dari daerah Afrika dan orang Yaman mengenalkan lewat jalur perdagangan. Ngopi atau meminum kopi sudah menjadi kebiasaan bangsa Indonesia, hal ini tidak terlepas dari adanya kolonialisasi yang dilakukan oleh bangsa Eropa pada kurun waktu 1400-2000 Masehi. itulah mengapa banyak orang Indonesia yang menggunakan kopi untuk teman begadang, meronda, dan aktifitas malam lainnya. Karena kopi biasa membuat kinerja jantung atau adrenalin manusia meningkat sehingga mengurangi bahkan menghilangkan rasa kantuk yang setiap saat menghampiri.

Dikalangan Mahasiswa sendiri ngopi sudah menjadi kebiasaan yang membudaya, alasannya yaitu untuk begadang mengerjakan tugas atau bahkan berdiskusi sampai larut malam, kopi sudah terkenal dan menjadi kegemaran Mahasiswa. di lingkungan kampus khususnya di kota Jogja banyak warung kopi yang menyediakan tempat dan membuka pelayanan hingga pagi, bahkan ada yang sampai duapuluh empat jam, demi memenuhi kebutuhaan mahasiswa yang menyukai kopi sebagai doping untuk belajar dan berdiskusi. Hal ini mengingatkan kita pada segelintir tokoh atau filsuf dunia, Jean Paul Sartre dan Albert Camus yang rela meluangkan waktu untuk minum kopi sambil berdiskusi dengan para pelajar, atau seorang Kahlil Ghibran yang kecanduan berat, sampai menghabiskan puluhan gelas setiap malam.

Baca juga  Apa Peran Mahasiswa Menyikapi Radikalisme?

Terlepas dari kebutuhan mahasiswa akan adanya warung kopi dan nikmatnya seduhan kopi, tak jarang mahasiswa menjadikan warung kopi sebagai mata pencaharian karena dituntut kebutuhan hidup sehari-hari serta usaha untuk mencari tambahan biaya kuliah yang setiap tahun meningkat. Kisah para mahasiswa yang bekerja di warkop cukup beragam dari yang bekerja biasa hingga sampai membuka warung kopi sendiri berkat pengalaman dan kerja kerasnya saat bekerja di warung kopi. Pemilik warung kopi pun semakin berinovasi untuk menjadikan usahanya banyak diminati mahasiswa, salah satunya dengan membuka memasang wifi, membuat perpustakaan sendiri, bahkan mengadakan diskusi rutin dan mengundang tokoh publik sebagai cara untuk menarik pelanggan.

Baca juga  Nestapa Papua dan Konflik yang Berlanjut

Sayang, masih ada mahasiswa yang kurang suka bahkan tidak bisa meminum nikmatnya secangkir kopi, dengan alasan kopi dapat memperburuk kesehatan karena tubuhnya tidak terbiasa meminum kopi dan alasan lain yang membuat banyak mahasiswa khususnya perempuan kurang suka meminum kopi, dan biasanya jika ke warung kopi mahasisiwa akan mencari alternatif minuman selain kopi. Tapi lambat laun kopi mulai diterima di hati para mahasiswa.

Dari semua manfaat yang diciptakan kopi tak terlepas dari mudharat yang diciptakan oleh secangkir kopi bagi mahasiswa, meminum secangkir kopi seharusnya diawali dengan niat yang baik, dan dilakukan sambil mencari ilmu khususnya bagi mahasiswa yang tugasnya mempersiapkan diri sebagai agen perubahan, sayang rasanya jika meminum secangkir kopi diiringi dengan hal yang kurang bermanfaat. Tuhan pernah berfirman di dalam kitab Suci Al-Quran yang tercantum dalam surat Ar-Rahman ayat 13 yang berbunyi  “Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān” Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?. Layak bersyukur bagi kita yang bisa menikmati hangatnya seduhan secangkir kopi.

Baca juga  Doa Anti Galau

Kehidupan kota mempertemukan orang dengan latar belakang ilmu pengetahuan yang berbeda, waarung kopi menjadi tempat berkumpul yang tepat untuk menukar gagasan dan saling melengkapi lubang pengetahuan dari mahasiswa. Adanya sebuah perkumpulan tersebut menciptakan kosmopolitan, sebuah kehidupan yang bebas dan terdiri dari orang yang berpengetahuan luas. kosmopolitan merupakan kata yang diambil dari perkataan Diogenes, seorang sofis dari Yunani, yang terkenal dengan Sinismenya. Ia merujuk pada kehidupan yang mempertemukan segala bangsa dengan ideologi yang berbeda tetapi mempunyai komunitas dan memiliki moralitas yang sama, itulah konsep kosmopolitan Diogenes. Anthony Appiah menambahkan bahwa kosmopolitan merupakan kemungkinan komunitas ketika orang-orang dari berbagai bidang (fisika, ekonomi, politik dll) membina hubungan yang saling menghargai meski memiliki kepercayaan yang berbeda. Sedangkan Immanuel Kant prinsip hospitality universal (keramahan universal). Kant mengklaim bahwa perluasan keramahan sampai pada pelaksanaan hak atas permukaan bumi yang dimiliki manusia.

Baca juga  Pesimis

Warung kopi menjadi peradaban ilmu pengetahuan di daerah urban seperti kota. Bertemunya para pemikir dan orang yang berpengatahuan akan menciptakan lingkungan yang kritis, dan peka pada hal-hal yang menyangkut kehidupan manusia, dengan minum kopi bersama seseorang telah memulai persaudaraan dengan manusia lainnya.

*Mahasiswa Sejarah Islam, UIN Sunan Kalijaga

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Bocil Top Up Voucher Game Online 800 RB; KPAI Serukan Lindungi Anak Dari Pengaruh Game Online

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Di media sosial (medsos) viral video diduga orang tua sedang memarahi kasir minimarket Indomaret karena anaknya...

Serangan Hamas Tewaskan 2 Warga Israel; PM Israel Murka

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Saling serang antara Israel dan kelompok Hamas di Gaza kian intens. Gempuran roket yang ditembakkan Hamas...

Kaukus Muda PPP: Penyerangan di Masjid Al Aqsha adalah Bentuk Kekejaman Negara Apartheid Israel

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Wakil Koordinator Nasional Kaukus Muda PPP Aas Subarkah mengutuk keras aksi pengusiran paksa warga Palestina di...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...