Kritik dan Sambutan Hangat Netizen Untuk Film Gundala

Film Gundala (foto: jakartaglobe)
Film Gundala (foto: jakartaglobe)

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Film Gundala resmi tayang di bioskop pada Kamis (29/8). Film yang ditulis dan disutradarai oleh Joko Anwar ini menampilkan aksi para bintang film keren seperti Abimana Aryasatya sebagai Sancaka aka Gundala, Tara Basro sebagai Wulan atau Merpati, Bront Palarae sebagai Pengkor, Muzakki Ramdhan sebagai Sancaka kecil, dan Ario Bayu sebagai Ghani Zulham.

Film Gundala bercerita tentang Sancaka yang hidup di jalanan sejak orang tuanya meninggalkannya. Menjalani kehidupan yang berat, ia memikirkan keselamatannya sendiri untuk bertahan hidup.

Ketika keadaan kota makin buruk dan ketidakadilan berkecamuk di seluruh negara, Sancaka harus memutuskan, apakah dia terus hidup menjaga dirinya sendiri atau bangkit menjadi pahlawan bagi mereka yang tertindas.

Gundala diperkenalkan lewat seri komik Gundala Putra Petir karya Hasmi yang pertama kali rilis pada 1969. Ia diceritakan sebagai insinyur bernama Sancaka yang berambisi mencari serum anti petir.

Baca juga  Indonesia Kembali Mengirim Utusan Di Musabaqah Tilawatil Qur'an

Alih-alih menemukan serum, Sancaka malah tersambar petir hingga mempertemukan dirinya dengan Raja Petir Kronz. Kronz mengangkat Sancaka menjadi anaknya dan memberikan kalung ajaib yang dapat mengubah dirinya menjadi manusia super.

Film garapan Joko Anwar ini menuai beragam komentar setelah tayang di bioskop Tanah Air. Film-film Joko Anwar memang selalu dapat sambutan hangat dari masyarakat, beragam ulasan disampaikan warganet yang sudah menyaksikan Gundala berseliweran di media sosial.

“Watched #Gundala yesterday totally lit. Pelajaran moral dari karakter Pengkor: Tidak ada manusia yang dilahirkan sebagai orang jahat ataupun orang baik. Mereka, orang baik ataupun jahat dibentuk oleh orang² di sekeliling mereka,” tweet akun @sniperofsunset.

Sedangkan beberapa netizen memberikan kritikan usai menonton Gundala, mulai dari masalah editing, alur cerita, sampai lagu tema yang mengiringi film ini.

Baca juga  Petani Balsa Krucil Resah, Pohon Mengering Mendadak

“Kekurangan editing nya dibagian scene Gundala transform Power nya. Itu harus nya lebih slow dan lebih dramatis. Poin penting nya superhero tu di bagian gaining power nya itu,” tulis @rio_ini

“Soal Ost, cuma 2 lagu yg saya suka, Theme Song nya Gundala yang musiknya doang itu, sama yang lagunya ngerapp, selebihnya Ost2 Gundala bukan selera saya, zannen. Eh tapi saya suka music scoring nya dooong~” tweet akun @BcuBucin.

“Semalem nonton #Gundala. Keren sih karena kearifan lokalnya, terutama yang suka komik superhero lokal. Gue sih suka. Cuma yang agak ganggu itu plot di depan rada lamban & koreo berantemnya kurang cepet. Mungkin gue keseringan nonton Iko Uwais berantem.” kata akun @sehangat_hati

Selebihnya Film Gundala perlu diapresiasi untuk terus mendukung industri per-filman Tanah Air. (Noeris/PR.ID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *