Memajukan 1 Hari Pelantikan Presiden Adalah Usulan Aktivis 98

Aznil Tan (foto: twitter)
Aznil Tan (foto: twitter)

PILIHANRAKYAT.ID, Berapa hari yang lalu aktivis 98 melakukan pertemuan dengan Jokowi pada tanggal 27/09/2019 di Istana Negara. Dalam pertemuan tersbut ada beberapa yang dibicarakan salah satunya mengusulkan permohonan untuk memajukan pelantikan presiden terpilih.

“Salah satu pembicaraan yang muncul pada saat pertemuan tersebut adalah kami meminta Bapak Presiden Jokowi untuk mengusulkan permohonan kepada MPR/DPR memajukan pelantikan presiden pada hari Sabtu, tanggal 19 Oktober 2019” tulis Azni Tan, Salah satu Aktivis 98 yang ikut pertemuan dengan Presiden 27 September 2019 di Istana dalam rilisnya.  

Pelantikan yang diagendakan tanggal 20/10/2019 merupakan hari Minggu, sehingga dalam pertmuan tersebut meminta Jokowi untuk memajukan

Baca juga  Kominfo Jatim Libatkan Mahasiswa Jaga Ruang Siber

“Usulan ini muncul karena mengingat, bahwa pada tanggal 20 Oktober 2019 adalah hari Minggu yang merupakan kalender merah atau hari libur. Kami berpikiran, hari Sabtu (19 Oktober 2019) hari yang pas untuk melantik presiden dan wakil presiden yang baru. Jika dimundurkan 1 hari, Senin (21 Oktober 2019) maka terjadi kekosongan negara. Itu sangat berbahaya buat negara” jelas Aznil

Usulan tersebut ditanggapi oleh jokowi dan akan melakukan pengkajian dan jika presiden dilantik hari Minggu 20/10/2019 akan menjadi sejarah baru bagi Indonesia yang telah 74 tahun jadi negara merdeka.

“Perlu disadari bersama, bahwa pelantikan presiden pada hari Minggu, baru pertama kali terjadi dalam sejarah Indonesia yang 74 tahun sebagai negara merdeka” tambahnya.

Baca juga  Atta Halilintar Pamit Dari YouTube

Aznil Tan juga menyesalkan terkait cuitan Masinton yang mengatakan bahwa Jokowi dikelilingi oleh relawan amatiran. Menurut Aznil, Masinton sebagai anggota dewan menampung aspirasi masyarakat.

“Masinton seharusnya sebagai anggota dewan menampung aspirasi masyarakat. Bukan dengan emosional dan merendahkan usulan relawan tersebut” tegas Aznil

“Saya secara pribadi malah mengatakan  kelompok Masinton adalah biang terjadi kegaduhan politik akhir-akhir ini menjelang pelantikan. Pion-pion politik ini  mencoba menggolkan beberapa Revisi Undang-undang bermasalah untuk menyelamatkan kepentingan para elit politik. Karena ulah mereka tersebut menimbulkan kemarahan mahasiswa dan terjadi kegaduhan sehingga Jokowi terpojok” jelasnya (Cipto/PR.ID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *