News  

Menaker Targetkan 70 Ribu Peserta PVN 2026, Buka Peluang Lowongan Kerja

PILIHANRAKYAT.ID, Bandung-Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menargetkan sebanyak 70 ribu peserta mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026. Program pelatihan berbasis link and match itu disiapkan untuk membuka peluang lowongan kerja yang lebih luas serta meningkatkan kesiapan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.

Target tersebut disampaikan Yassierli saat meninjau pelaksanaan PVN Batch I Tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Jawa Barat, Minggu, 19 April 2026. Menurut dia, pelatihan vokasi menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menekan angka pengangguran dan memperkuat kualitas sumber daya manusia.

“Program PVN dirancang link and match dengan kebutuhan industri. Fokus kami adalah meningkatkan keterampilan agar lulusan dapat terserap di dunia kerja,” kata Yassierli dalam keterangan tertulis, Minggu, 19 April 2026.

Baca juga  Usaha Yang Menjadikan Pesantren Di Jatim Tetap Bertahan Ratusan Tahun

Ia menjelaskan, PVN 2026 dilaksanakan secara nasional dengan jumlah peserta tahap awal sebanyak 10.405 orang. Mereka mengikuti pelatihan yang tersebar di 21 Balai Latihan Kerja (BLK), 13 satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, serta 46 BLK UPTD di berbagai daerah.

Khusus di BBPVP Bandung, sebanyak 512 peserta mengikuti pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja. Beberapa program yang dibuka antara lain pengoperasian forklift, barista, pembuatan roti dan pastri, hingga desain tiga dimensi berbasis computer-aided design (CAD).

Baca juga  Presiden Turun Kelapangan Cek Ibu Kota Yang Baru

Selain itu, pemerintah juga menerapkan skema project-based learning pada pelatihan pemasangan sistem integrasi bangunan cerdas atau smart building. Pendekatan ini diharapkan membuat peserta lebih siap menghadapi kebutuhan kerja nyata di lapangan dan bersaing dalam perebutan lowongan kerja.

Peserta program mendapatkan pelatihan gratis, makan siang, bantuan transportasi, perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, serta sertifikat pelatihan dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Untuk skema tertentu, peserta juga memperoleh fasilitas asrama. “Kami berharap peserta tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga siap berkontribusi di dunia industri,” ujar Yassierli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *