PILIHANRAKYAT.ID, Yogyakarta-Berdasarkan data pemerintah pusat, total ada 2.738 kasus Covid-19 di Tanah Air. Artinya terjadi penambahan 247 pasien dalam 24 jam terakhir.
Hal ini diungkapkan juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB pada Selasa sore.
Penyebaran Pandemi Covid-19 yang semakin masif tentunya menjadi keprihatinan bersama karena dapat berdampak pada hilangnya penghasilan sebagian masyarakat, terutama masyarakat miskin. Guna meringakan beban masyarakat terdampak covid 19, Pengurus Wilayah Nahdaltul Ulama (PWNU) & Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) berencana akan membagikan 30 ton beras.
Hal itu disampa Wakil Ketua PWNU DIY H Fahmi Akbar Idris didampingi Sekretaris DPW PKB DIY Umaruddin Masdar, di Kantor PWNU DIY, Jl. MT Haryono Yogyakarta, Selasa siang (7/4/20).
“Progam sosial ini wujud kepedulian NU dan PKB terhadap masyarakat, terutama menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Dan beras akan kami bagikan sebelum puasa. Nanti sebelum lebaran ada lagi” kata Fahmi Akbar.
PWNU dan DPW PKB telah menjalin kerjasama dengan menandatangani kepakatan untuk selalu bekerja sama dalam berbagai agenda pengembangan ekonomi dan progam pelayanan sosial lainnya.
Fahmi menambahkan dalam program ini PWNU berterima kasih kepada Ketua Umum DPP PKB A Muhaimin Iskandar yang telah ikut menyumbang 5 ton beras. Ini wujud kepedulian Cak Imin terhadap program PWNU DIY dan juga terhadap masyarakat miskin.
Umaruddin Masdar menambahkan bahwa PWNU dan DPW PKB DIY telah sepakat untuk melakukan aksi nyata membantu masyarakat terdampak Covid19, terutama masyarakat miskin dan masyarakat yang kehilangan pekerjaan atau penghasilan selama masa tanggap darurat bencana Covid19 ini.
“Kami sudah bekerja dalam banyak hal. Di antaranya sosialisasi penaggulangan Covid19, penyemprotan disinfektan dan pembagian hand sanitizer, pembagian masker, dan sekarang pembagian beras.”
Umaruddin menambahkan pihaknya tetap menganjurkan semua warga masyarat untuk mentaati dan menghormati instrusi pemerintah, agar semua warga tetap di rumah, bekerja dan beribadah di rumah.
(Tim Redaksi/PR.ID)




