Omicron Mampu Buat Panik Pelaku Pasar

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Corona varian baru atau yang dikenal Omicron menjadi ancaman baru bagi pelaku pasar karena akan memicu lockdown yang sangat tidak diharapkan oleh masyarakat khususnya pelaku pasar.

Melansir data dari Refinitiv, rupiah membuka perdagangan dengan melemah 0,35% ke Rp 14.350/US$. Pelemahan rupiah makin berdampak menjadi 0,42% ke Rp 14.360/US$ pada pukul 9:07 WIB, level tersebut merupakan yang terlemah sejak 5 November lalu.

Virus corona Omicron yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan kini sudah ditemukan di beberapa negara termasuk tetangga Indonesia, yakni Australia. Minggu kemarin, dilaporkan ada dua kasus positif corona Omicron. Keduanya datang dari Afrika Selatan dan mendarat di Sydney.

Para ilmuwan mengatakan Omicron lebih mudah menular ketimbang varian lainnya, serta dapat mengurangi efektivitas vaksin. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menetapkan Omicron sebagai Varian of Concern (VoC).

Baca juga  Dukun dan Hantu

Kemunculan Omicron dikhawatirkan akan membuat banyak negara kembali menetapkan lockdown yang pada akhirnya berujung pada pelambatan ekonomi.

Rupiah sebagai mata uang emerging market menjadi kurang diuntungkan ketika sentimen memburuk. Investor akan memilih dolar AS yang menyandang status safe haven.

Sementara itu dari dalam negeri,Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa pemerintah telah memperketat semua jalur transportasi untuk baik udara, laut dan darat untuk mencegah masuknya varian Omicron ke Indonesia.

Baca juga  Pelajar Agen Keselamatan Bertransportasi, Ini Alasannya

“Kita juga melihat faktor risikonya siapa saja yang banyak penerbangannya ke Indonesia dan kita lakukan ini bukan hanya untuk pelabuhan udara tapi juga perbatasan pelabuhan laut dan juga darat karena pengalaman kita varian delta justru masuknya dari laut, jadi kita jaga di sana,” ujar Budi dalam Konferensi Pers mengenai Respon Pemerintah dalam Menghadapi Varian Omicron, secara virtual, Minggu (28/11/2021).

Baca juga  Total 248 Tambak Udang Didekat Bandara NYIA Yogyakarta Diratakan

Untuk mencegah varian Omicron yang saat ini telah menyebar ke sejumlah negara, pemerintah juga melarang Warga Negara Asing (WNA) yang berasal dari negara kawasan Afrika dan negara – negara yang memiliki potensi untuk menyebarkan virus Omicron.

Budi menyebut, pemerintah telah banyak belajar selama pandemi dan tidak mau kecolongan lagi, sehingga semua jalur harus diawasi dengan ketat.

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Kementrian ESDM Mengeluarkan Peta Rawan Bencana Gunung Semeru

PILIHANRAKYAT.ID, Dalam rangka mengurangi resiko bencana geologi khususnya akibat letusan Gunung Api Semeru, Badan Geologi, cq. Pusat...

Mendagri Minta Kepri Tetap Kendalikan Pandemi

PILIHANRAKYAT.ID, Batam - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah di Provinsi Kepulauan...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...