PERGUNU Papua: Mendikbud Tak Sensitif

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta, 20 Juli 2020. Menyikapi persoalan dunia pendidikan Indonesia di masa pandemi covid 19 ini nyatanya tak segampang yang di bayangkan. Banyak persoalan pendidikan diarus bawah yang menjadi tantangan Mendikbud tak dapat diselesaikan dengan baik, simpang siur kebijakan bahkan statment Mendikbud yang juatru membuat masyarakat gusar. Sebagai contoh persoalan PPDB Online yang carut marut, Kebijakan Organisasi Penggerak yang syarat kepentingan, belum lagi konsep Merdeka Belajar yang sesungguhnya tak merdeka.

Pantas saja jika para tokoh dan penggiat pendidikan Indonesia,Salah satunya Prof. Azyumardi Azra memberikan raport merah kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.

Baca juga  GBHN Mau Dihidupkan, Suara Rakyat Akan Dimatikan

Ketika dikonfirmasi terkait pandangannya terhadap kinerja Mendikbud, Fitri Haryadi ( Ketua PW PERGUNU Papua) menyampaikan bahwa ‘kami dari Papua menangkap aspirasi anggota dan masyarakat, bahwa berkeberatan dengan pernyataan Menteri Pendidikan tentang PJJ yang hendak dipermanenkan. Pernyataan ini menunjukkan kurang sensitifnya pemangku kebijakan pendidikan nasional, seolah hanya berpihak pada masyarakat yang daerahnya punya asupan listrik dan internet yang lancar’.

Mengingat visi-misi Presiden “membangun dari desa”, maka Mendikbud dalam komunikasi kepada publik wajib menggunakan narasi itu, walaupun ia juga diembani dengan misi pengarusutamaan TIK dalam penyelenggaraan pendidikan.

Baca juga  PDI-P Sudah Melakukan Penyaringan Kepala Daerah Jember 2020, PDI-P Terus Akan Mengawal
Baca juga  10 Unit Bus Untuk Meningkatkan Pelayanan

Pengarusutamaan TIK harus dikomunikasikan dengan narasi yang tidak meresahkan masyarakat marginal, yaitu disertai dengan meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah tidak menganaktirikan mereka, bahwa pemerintah punya program alternatif untuk masyarakat marginal yang tidak mampu mengikuti PJJ berbasis TIK. Kalau memang ada program alternatif itu.

Dugaan kita karena Mas Nadiem tak melihat langsung kondisi kita dibawah, jadi ndak paham beliau mengurus subtansinya. Wah panjang, belum lagi kita bahas insfrastruktur pendidikan yang masih memprihatinkan.

Kami berharap Mas Nadiem sekali kali turun ke sekolah-sekolah di daerah kami, saya jamin ambyar .

(TIM Redaksi/PR.ID)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Kementrian ESDM Mengeluarkan Peta Rawan Bencana Gunung Semeru

PILIHANRAKYAT.ID, Dalam rangka mengurangi resiko bencana geologi khususnya akibat letusan Gunung Api Semeru, Badan Geologi, cq. Pusat...

Mendagri Minta Kepri Tetap Kendalikan Pandemi

PILIHANRAKYAT.ID, Batam - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah di Provinsi Kepulauan...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...