Puisi  

Puisi Pilihan Alunk Estohank : Lao-Tze | Kapada Suara dan Nama | Persembahan | Selamat Jalan |

Lao-Tze 

Seandainya kelahiran tak pernah menyapa
Apakah engkau akan abadi sampai ini masa?
Hanyalah waktu yang tahu
Tentang itu
Kemudian sejarah mencatatnya
Sebagai peristiwa
Peradaban manusia

Hari terus mengalir
Siang dan malam selalu gelisah
Mencatat perubahan-perubahan
Tangis pun pecah di matamu
Mengalir doa-doa
Mencipta segala yang tak ada

Apakah engkau datang sebagai sabda
Atau peristiwa yang direncanakannya
Hingga agama tercipta
Dari jiwa yang terluka.

2014

Gambar “Bunga dan Sepeda”/ Riskiana/PilihanRakyat

Kapada Suara dan Nama 
_Fakih-Hanna 

O suara dan nama
Cinta telah sempurna
Mengubah dunia dan isinya
Kemudian kau memanggil
Dan terus memanggil
Sampai tubuh ini menggigil

Bukankah jauh sebelum pertemuan
Kau basuh tubuhmu dengan garam
Sampai matahari enggan
Mengecupmu pelan

Baca juga  Puisi Cinta WS Rendra - Kakawin Kawin

O suara dan nama
Tidakkah kau tahu
Bahwa agama adalah titipan
Sedang cinta adalah warisan

Bangunlah
O suara dan nama
Takdir bukanlah akhir tempat kita bersandar
Tuhan dan agama hanyalah ilusi panjang manusia
Cintalah yang membuat kita bergema
Bahkan dunia

2014

Persembahan 
 ; alm. Feriyanto 

/I 
Tibatiba aku ingin kembali tiga tahun silam
Menyaksikan lampu-lampu temaram
Diiringi dendang musik jalanan
Pada sepertiga malam

/II 
Ini tahun ketiga
Dari perjumpaan kita
Namun kau begitu cepat menderas di mata
Hinga doa-doa mengiringmu ke surga

/III
Pagi jam 03.00
Malam telah sempurna
Membuat eufoni paling ritmis
Hingga segalanya serasa purna
Gelak tawa dan suka cita

Selamat jalan kawan…
Kami (aku, ifan, naufel dkk) dari masa lalu
Akan segera merapat ke masa depan
Menyempurnakan harapan-harapan
Yang kelak juga akan tumbang

Baca juga  Madah Perkawinan dan Autobiografi Tanah Merah - Puisi Selendang Sulaiman

Ponduk, 2014

Selamat jalan 
 _Catur 

Tidak ada sirene yang berbunyi
Tidak ada air mata yang menderas
Tidak ada luka yang menganga
Hanya ada aku disampingmu
Yang tak tahu harus bagaimana

Kebingungan telah mencapai puncaknya
Di mana tak kutemukan cara
 Memutus kata cinta darimu
Hanya doa-doa kusulam
Semoga kau bahagia di sana
Selamat jalan
Kan kukenang cintamu yang kekal

April 2015

*ALUNK ESTOHANK, Actor pensiunan ini aktif di Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta (LSKY). Tercatat sebagai penghuni tetap kos Al-Kindi No 43 Krapyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *