Sang Panglima Aksi (Bagian II)

- Advertisement -

Liseh*

Selasa, 21 Mei 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jam sembilan pagi Siam berangkat, Ramadhan menyambar laptop-nya. Kali ini buah pikirannya menuntut untuk masak. “Seni Mengantisipasi Kekalahan”, begitu ia menjuduli artikel pertamanya yang selesai dalam tiga jam. Kalau sudah panen ide, sehari bisa tiga artikel dibuat. Baginya menulis tak hanya memburu kepuasan pribadi agar dimuat, tapi mengisi sebagian hidupnya yang kadang kosong oleh melompongnya isi pikiran. Televisi di sisi kananya dibiarkan menyala untuk mengikuti perkembangan aksi di depan Bawaslu, harap-harap cemas dengan keadaan kawannya.

“Mada, tolong jemput gue di Petamburan. Kaki patah, kepala bocor.” Ramadhan gelagapan dari kantuknya saat mendengar kabar dari seberang telfon, jam menunjukkan pukul 01.25 dini hari. Segera ia kenakan jaket lalu menyambar motor matic-nya.

Tiba di Jalan KS Tubun, betapa nyilu hatinya menyaksikan kerusuhan yang terjadi. Petasan ramai memekak telinga, tembakan gas air mata membuatnya nanar, api melahap habis sejumlah mobil, rimbunan manusia menghambur tak tentu arah. Bergegas ia mencari tempat persembunyian Siam sesuasi dengan share lokasi yang ditunjuk kawannya lewat WA.

“Kita ke RS Pelni Sekarang ya!” Ramadhan meringis melihat kondisi kawannya yang bersimbah darah.

“Jangan, kita pulang saja. Nanti ketangkap.” Siam segera menolak, sambil lalu menempelkan kuat-kuat kaos oblongnya yang dilepas untuk menyumpal pendarahan di kepalanya, sementara dibetisnya sudah ia lilitkan kemeja.

Baru hendak menaikkan Siam ke motor, segelintir polisi yang mengejar pelaku kerusuhan terlihat. Beberapa tertangkap, Ramadhan semakin bergidik, tamatlah riwayatku jika tertangkap malam ini, artikelku belum pula dikirimkan ke Bang Dharma. Pikiran Ramadhan sesak dengan pelarian.

Baca juga  Renungan 70 Tahun Kemerdekaan Indonesia

“Bang Mada, tunggu!” Belum pula jauh dari jangkauan pengejaran polisi, sepotong suara memekik keras. Ya, itu Arman, juniornya di ormek. Jadilah mereka bonceng tiga, tertatih-tatih mencari jalan ditengah kerumunan massa yang amburadul.

Jumat, 24 Mei 2019, 16.15

“Tadi siang Mama telfon, mau ajak gue ke nikahan anak temannya. Gue malas sih sebenarnya.” Basa-basi Ranum membuka pembicaraan saat Ramadhan sampai di depan RSCM, “pasti nanti ada aja yang nanya kapan nyusul.”

Baca juga  "Perempuan, dan Perubahan Bangsa"

Ramadhan hanya menatap Ranum lekat-lekat, lalu tersenyum kecut. “Perasaan gue jadi nggak enak dengernya.”

“Jadi, kapan lo cari kerja? Maksud gue kerjaan yang bener, bukan terus-terusan jadi ronin (Bahasa Korea, pengembara politik), apalagi sampai jadi perusuh.” Ranum terlihat geram, sejak Siam tak sengaja bercerita kejadian itu kemarin, Ranum jadi bersikap dingin pada Ramadhan.

“Kita sudah empat tahun pacaran dan umur gue 26, wajar aja Mama nanyain masa depan gue.”

“Mana mungkin sih gue ninggalin apoteker secantik lo, Ran?”

“Gue bukan ABG lagi yang bisa lo rayu macam itu.” Ranum melipat kedua tangan di dada.

“Terus lo mau dirayu kayak gimana, Ranum Hadi Kemara?”

“Oom Aji lagi cari pegawai, cocok sama profil kamu.”

Baca juga  Serikat Tani Jember Demo Tuntut Realisasi Reformasi Agraria

Ramadhan menghembus nafas keras. Ia tahu tidak akan pernah menang melawan kekasihnya yang tak kalah keras kepala dibanding dirinya. Tapi bekerja di bawah bayang-bayang keluarga pacarnya bukanlah solusi yang menyenangkan. Ramadhan mengambil ponsel dari saku jaket, ada panggilan masuk dari nomor tak dikenal, ia tolak. Tak lama, SMS masuk.

Artikel yang kamu kirim bagus. Kami setuju meneruskannya menjadi buku. Besok ketemu? -Dharma, Editor Bentang.

“Ada apa?” Tanya Ranum curiga begitu melihat Ramadhan tersenyum membaca pesan.

“Tawaran kerja.”Jawab Ramadhan mantap.

“Urusan politik lagi?”

Ramadhan menggeleng. Ranum memasang helm, lalu tersenyum ranum, kiranya jika nama adalah doa, maka dihadapannya adalah doa yang terkabul. Ramadhan melempar pandang ke arah ambulan yang baru saja sampai di depan UGD. Seorang pasien diturunkan, kakinya bersimbah darah, ia jadi teringat Siam yang masih pincang akibat kerusuhan itu.

Hidup memang hanya tentang pilihan. Barang siapa mengira hidup hanya tentang bahagia, ia akan gila. Barang siapa terjebak dalam prasangka, ia akan menderita. Dan itu semua berlaku di seluruh jagad sepanjang abad. Hampir tak ada latensi atau jeda, tak ada putus di tengah, layaknya sebuah rasa yang enggan mati. Sebab yang hidup tinggallah layaknya batang muda yang siap tumbuh meliuk, hanya yang diam mudah dipatah. Dan di Jakarta ini, setiap harinya dilempar ribuan enigma kehidupan, tinggal pilih hidup yang seperti apa hendak dijalani, dan setiap pilihan selalu diekori konsekuensi tentunya.

Baca juga  Dukung Kemandirian, Kemensos Berikan 428 Alat Bantu bagi Penyandang Disabilitas di Jawa Barat

“Buka puasa di rumah ya, Mama masak Soto Tangkar.” Ranum naik membonceng di belakang Ramadhan.

“Ok! Gue antar pulang sekarang.” Ramadhan menyimpan kembali ponsel di saku jaketnya, ia akan membalas tawaran itu nanti.

Jember, Juni 2019

*Liseh, Pengurus Koordinator Cabang PMII Jawa Timur.

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

DPD KNTI Tanjungbalai sesalkan Tidak Semua Nelayan Tradisional Mendapatkan Asuransi Nelayan

PILIHANRAKYAT.ID, Sumatera Utara-Senin Tanggal 4 Oktober PLT Walikota memimpin Apel pagi sekaligus pemberian asuransi ramayana untuk nelayan...

BEM PTAI : Tidak Masuk Akal TNI Disusupi PKI, Masyarakat Sudah Cerdas

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta- Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam se-Indonesia (BEM PTAI) bersilaturahmi dengan Panglima Kostrad Letjen...

Kiai Said: Kekayaan Simbol dan Kultural NU Intrumen Gerakan Revolusi Mental

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi DKI Jakarta menggelar acara Penggerak Pemimpin Agama Pelopor dan Penggerak...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...