PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menegaskan pentingnya data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah. Hal itu disampaikannya saat menghadiri pencanangan dan komitmen bersama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Puri Manggala Bhakti, Kantor Wali Kota Probolinggo, Jumat, 12 Juni 2026.
Menurut Aminuddin, sensus ekonomi menjadi instrumen penting untuk mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus menyusun arah kebijakan ke depan. Ia menilai target pembangunan jangka panjang, termasuk visi Indonesia Emas 2035, harus ditopang oleh data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Jangan sampai target yang ingin dicapai pada 2035 tidak didasari data yang valid. Karena itu Pemerintah Kota Probolinggo terus berkolaborasi dengan BPS untuk memperoleh data awal yang menjadi pijakan pembangunan lima tahun ke depan,” kata Aminuddin dalam sambutannya.
Ia menyebut pemerintah daerah saat ini berfokus pada sejumlah indikator utama pembangunan, antara lain peningkatan indeks pembangunan manusia, kualitas kesehatan dan pendidikan, penurunan angka kemiskinan, pengangguran, serta kesenjangan ekonomi dan sosial.
Menurut dia, beberapa indikator menunjukkan tren positif. Angka kemiskinan di Kota Probolinggo disebut turun sebesar 0,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara pertumbuhan ekonomi kota tersebut mencapai 5,65 persen pada akhir 2025 dan meningkat menjadi 6,81 persen pada kuartal pertama 2026.
“Pertumbuhan ekonomi ini cukup membanggakan dan menjadi modal penting bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Aminuddin juga menyoroti pentingnya integrasi data hasil sensus ekonomi dengan aplikasi “Bromo Cantik Bersolek” yang dikembangkan pemerintah daerah. Data tersebut akan menjadi rujukan bagi kelurahan dan kecamatan dalam pemetaan kondisi sosial ekonomi masyarakat, termasuk penentuan kelompok desil.
Karena itu, ia meminta seluruh pemerintah kelurahan dan kecamatan turut mendukung pelaksanaan sensus agar data yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Probolinggo, Joko Santoso, mengatakan sebanyak 178 petugas diterjunkan untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Mereka terdiri atas 155 Petugas Pendata Lapangan (PPL) dan 23 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) yang telah melalui proses seleksi dan pelatihan.
Menurut Joko, tahapan pendataan melalui program Ngibar (Ngisi Bareng) telah dimulai sejak Mei 2026. Adapun pendataan lapangan secara door to door akan berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
“Dengan semangat gerak bersama, kami berharap sensus ekonomi menghasilkan data yang berkualitas untuk mendukung kebijakan pembangunan yang lebih inklusif dan tepat sasaran,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama, pemasangan rompi dan atribut sensus ekonomi secara simbolis kepada petugas, serta pembacaan deklarasi yang diikuti seluruh petugas sensus. Acara turut dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, kepala organisasi perangkat daerah, camat, dan lurah.




