Daerah  

Tiga Orang Tewas Terjebak Api saat Padamkan Karhutla di Bromo

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menelan korban jiwa. Tiga orang meninggal dunia setelah terjebak kobaran api saat berupaya memadamkan kebakaran di Blok Mentigen dan Pusung Lingker, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Kamis, 15 Oktober 2026. Tiga orang lainnya mengalami luka bakar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, membenarkan peristiwa tersebut. Informasi awal yang diterima BPBD menyebutkan enam orang terjebak api di kawasan tebing Bromo ketika kebakaran membesar secara tiba-tiba.

“Berdasarkan laporan yang kami terima dari Camat Sukapura, enam orang petugas yang berada di lokasi kebakaran di kawasan tebing Bromo dilaporkan terjebak api. Sementara informasi sementara menyebut tiga orang meninggal dunia,” kata Oemar.

Baca juga  Kinerja Kuartal 2/2021 Positif, Sequis Pacu Inovasi Produk & Digital

Oemar mengatakan tim BPBD sedang menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memperoleh informasi lebih lengkap mengenai kejadian yang menewaskan tiga orang itu.

Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, menyebut tiga korban meninggal terdiri atas seorang petugas TNBTS dan dua warga yang turut membantu pemadaman. Mereka adalah Sukaris, petugas Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I, serta Wisnu Yuda Pratama dan Sefriel Ardiansyah, yang bekerja di salah satu hotel di kawasan Bromo.

Baca juga  LBP Santuni 1.000 Anak Yatim dan Dhuafa di Paiton, Tegaskan Pengabdian untuk Masyarakat Probolinggo

Adapun tiga korban lainnya mengalami luka bakar dan telah dirujuk ke RSUD Tongas untuk mendapatkan penanganan medis. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai tingkat keparahan luka yang dialami ketiganya.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Jules Abraham Abast, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya tiga orang dalam penanganan kebakaran tersebut. Ia berharap para korban yang terluka segera pulih.

Penyebab kebakaran dan kronologi lengkap peristiwa itu masih dalam penyelidikan. Pihak TNBTS mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan hutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *