Uchok Mendorong KPK Melanjuti Kasus Impor Daging dan Periksa Hamdan Zoelva

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID.Jakarta-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali didorong membuka kembali kasus dugaan suap impor daging yang menjerat Patrialis Akbar, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK). Sebab, ada beberapa nama yang pernah disebutkan oleh Jaksa KPK dalam dakwaan di persidangan yang diduga ikut menikmati uang suap tersebut. Salah satu nama yang pernah disebutkan adalah Hamdan Zoelva, eks Ketua MK.

Direktur Center for Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi mengatakan bahwa KPK tidak boleh membiarkan kasus dugaan suap impor daging didiamkan atau dipetieskan. Menurut Uchok, nama Hamdan Zoelva telah disebut pernah bermain golf bersama Patrialis Akbar dengan menggunakan uang suap.

Surat dakwaan yang dibacakan Jaksa KPK nomor: DAK-32/24/05/2017 atas nama Basuki Hariman dan nomor: ‎DAK-33/24/05/2017‎ atas nama Ng Fenny, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) 2017 silam. Dalam dakwaan disebutkan, Basuki Hariman dan Fenny telah memberikan USD700 (setara Rp966 juta), biaya kegiatan lebih dari Rp4 juta, dan janji sebesar Rp2 miliar kepada Patrialis Akbar selaku hakim MK.

Uang, biaya kegiatan, dan janji diterima Patrialis melalui Kamaludin (teman karib Patrialis selama 20 tahun merangkap Direktur PT Spekta Selaras Bumi) melalui penggunaan uang hasil dugaan suap untuk golf Patrialis Akbar bersama beberapa pihak termasuk Hamdan Zoelva dengan kejadian pada 13 Oktober 2016 silam.

“KPK harus menindak lanjuti kasus suap uang main golf Hamdan Zoelva yang menggunakan uang dari bos importir daging Basuki Hariman. Di mana Penggunaan uang suap untuk membiayai golf, harus dibuka kembali,” ujar Uchok dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/8/2019).

Lebih lanjut Uchok mengatakan, KPK sebaiknya memanggil kembali Hamdan Zoelva untuk diminta keterangan terkait kasus itu. Menurutnya, kerja keras dan profesionalitas KPK masih ditunggu publik dalam mengungkap kasus suap impor daging sampai tuntas.

Baca juga  Begini Aksi Pengobatan Alternatif Ningsih Tinampi yang Viral di YouTube

“Dan KPK harus segera memanggil Hamdan Zoelva ke kantor KPK. Jadi KPK, jangann pura-pura lupa untuk menindaklanjuti kasus suap uang golf ini karena KPK masih punya hutang kepada publik tentang korupsi importir daging pengusaha Basuki Hariman,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan pengamat hukum dari Universitas Al-Azhar, Jakarta, Supardji Ahmad. Menurutnya, setiap ada perkara harus ditindaklanjuti dan dikembangkan oleh KPK demi kepastian hukum. Apalagi, kata dia, Jaksa KPK sendiri, misalnya, sudah membeberkan nama-nama yang terlibat kasus dugaan korupsi di persidangan.

Baca juga  Rindu Rendra: Megatruh, Satu Dekade Mengenang WS Rendra

“Saya kira model penegakan hukum seperti ini tidak boleh dilakukan. Perlu dikembangkan, dalam satu perkara jangan sampai tidak ada kejelasan,” katanya.

Menurut Supardji, mestinya KPK bekerja progresif dan profesional dalam rangka memberikan kepastian hukum dalam menangani sebuah perkara. Menurutnya, kalau kemudian nama-nama yang disebutkan dan nama-nama yang disebutkan dalam dakwaan Jaksa KPK tidak ada urusannya dengan perkara tersebut maka harus ada penjelasan dari KPK agar yang bersangkutan tidak terbebani.

“Jadi menurut saya harus ada kejelasan kepada satu perkara. Kalau perkara itu ada unsur korupsi maka harus dituntaskan sampai ke akar-akarnya. Jangan sampai diendapkan atau dipetieskan atau tidak ada penanganannya secara signifikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengaku kecewa atas menumpuknya kasus korupsi yang tidak ditindaklanjuti oleh KPK. Dia lantas berharap, Pansel KPK tidak meloloskan capim komisioner KPK seperti Laode Muhammad Syarief dan Alexander Marwata pada tahap seleksi selanjutnya. Sebab, kata dia, Komisioner KPK yang saat ini menjabat tidak memiliki prestasi.

Baca juga  New Normal; Perempuan Menguatkan Nilai Empat Pilar

“Kalau saya konsisten komisioner itu harusnya tidak lulus semua karena prestasinya tidak menonjol maka saya berharap di 10 besar Alexander Marwata hilang. Karena menurut saya orang-orang ini hanya mencari pekerjaan karena mereka kalau hebat mereka tidak di KPK lagi. Di KPK itu cukup 1 periode kok dan mereka tak perlu ragu nganggur setelah selesai di KPK. Jadi pimpinan KPK harus ganti orang lain karena prestasinya mereka tidak menonjol dan KPK perlu darah baru,” kata Boyamin.

Boyamin berharap, pimpinan KPK di masa mendatang dapat menuntaskan semua perkara kasus dugaan korupsi. Sebab, kata Boyamin tidak sedikit kasus dugaan korupsi yang tidak ditindaklanjuti oleh KPK.

“Justru numpuknya (perkara) itu karena komisionernya tidak berprestasi semua. Makanya jangan dipilih lagi capim dari komisioner KPK dengan harapan komisioner yang baru nanti mampu menyelesaikan tunggakan perkara yang mangkrak-mangkrak itu. Ada kasus Century, BLBI, kasus RJ Lino, Impor daging, pencucian uangnya Wawan dan lain-lain. Dan prinsipnya semua perkara yang disebutkan dalam dakwaan baik dalam e-KTP, Impor daging, RJ Lino, dan dakwaan-dakwaan lain harus dituntaskan,” beber Boyamin.

Baca juga  Nyekar Ke Makam Leluhur, Ganjar Ingatkan Putra Sematawayangnya Dari Mana Dia Berasal

Diketahui, Hamdan Zoelva sudah diperiksa KPK sebagai saksi terkait kasus yang menjerat Patralis Akbar soal impor daging. Dia juga sudah menyampaikan klarifikasinya terkait namanya yang muncul dalam dakwaan. Dia mengatakan bahwa dirinya bermain golf di Bintan menggunakan biaya pribadi. (Serikatnews.com)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

DPD KNTI Tanjungbalai sesalkan Tidak Semua Nelayan Tradisional Mendapatkan Asuransi Nelayan

PILIHANRAKYAT.ID, Sumatera Utara-Senin Tanggal 4 Oktober PLT Walikota memimpin Apel pagi sekaligus pemberian asuransi ramayana untuk nelayan...

BEM PTAI : Tidak Masuk Akal TNI Disusupi PKI, Masyarakat Sudah Cerdas

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta- Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam se-Indonesia (BEM PTAI) bersilaturahmi dengan Panglima Kostrad Letjen...

Kiai Said: Kekayaan Simbol dan Kultural NU Intrumen Gerakan Revolusi Mental

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi DKI Jakarta menggelar acara Penggerak Pemimpin Agama Pelopor dan Penggerak...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...