Daerah  

Video Jambu Diduga Berulat di Program MBG Probolinggo Beredar, Pengelola Sebut Sudah Disortir

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Sebuah video yang memperlihatkan buah jambu diduga berulat dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Probolinggo viral di media sosial pada Rabu, 11 Maret 2026.

Video tersebut disebut berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Tongas Kulon, Kecamatan Tongas, yang dikelola Yayasan Garuda Brahmanti Utama. Rekaman itu memicu perhatian warganet karena memperlihatkan kondisi buah yang diduga tidak layak dikonsumsi dalam program makanan bagi siswa tersebut.

Pihak dapur SPPG membenarkan adanya laporan dari wali murid terkait temuan tersebut. Namun mereka menyatakan laporan itu telah lebih dahulu diterima sebelum video tersebut menyebar luas di media sosial.

Baca juga  Perpustakaan Desa Wahana Ilmu Jadi Magnet Wisata Edukasi

Rizky Adrianto, Chef SPPG Tunas Tulon yang mewakili yayasan mitra sekaligus pengelola dapur SPPG, menyampaikan klarifikasi atas beredarnya video tersebut. Ia mengatakan pihak sekolah sebelumnya telah melakukan konfirmasi langsung kepada pengelola dapur terkait temuan buah jambu tersebut.

Menurut Rizky, klarifikasi juga sempat disampaikan melalui kolom komentar akun TikTok yang disebut sebagai akun SPPG Tongas Kulon. Dalam komentar itu sempat beredar informasi bahwa terdapat sekitar 40 kilogram jambu dalam kondisi busuk.

Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar. Menurutnya, jumlah sekitar 40 kilogram tersebut merupakan hasil penyortiran buah dari dapur yang kemudian dikembalikan kepada pemasok karena tidak memenuhi standar kualitas.

Baca juga  Ansor Kraksaan Gelar Buka Bersama, PCNU Tekankan Penguatan Kaderisasi

“Jumlah tersebut merupakan hasil sortir dari dapur yang kemudian dikembalikan kepada supplier, bukan buah yang dibagikan kepada para penerima manfaat,” kata Rizky.

Rizky juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang telah melakukan evaluasi terhadap operasional dapur SPPG, di antaranya Satgas Kecamatan Tongas, Camat Tongas, pihak kepolisian sektor setempat, serta Koramil.

Ia berharap klarifikasi tersebut dapat memberikan penjelasan yang utuh kepada masyarakat terkait informasi yang beredar mengenai menu Program MBG di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *