Menteri Agama: Bicara Muhammadiyah yang Bicara Pendidikan


PILIHANRAKYAT.ID, SOLO – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa Muhammadiyah merupakan organisisasi kemasyarakatan dan keagamaan yang sangat tua dan memiliki rekam jejak panjang serta kepedulian sangat tinggi di bidang pendidikan.

“Sejujurnya saya katakan organisasi Muhammadiyah yang terdepan memberikan perhatian di dunia pendidikan. Bicara Muhammadiyah ya bicara pendidikan.  Muhammadiyah adalah sang surya,” ujar Menag.

Baca Juga:

Hal tersebut dikemukakan Menag saat menjadi pemateri Rembug Nasional Forum Guru Muhammadiyah (FGM) se Indonesia di Kota Solo, Jateng. Rembug Nasional yang digelar di Lorin Syari’ah Hotel Solo ini mengusung tema Penguatan Kompetensi Proses Pembelajaran Guru Muhammadiyah di Era 4.0. Helat nasional ini dihadiri sekitar 500 guru dan kepala sekolah Muhammadiyah dari 34 provinsi, Sabtu (10/11/2018) dilansir dari laman Kemenag.

Ada dua pesan yang ditekankan Menag Lukman kepada ratusan pendidik yang tergabung dalam FGM yang digelar di Kota berjuluk Begawan tersebut. Pertama, terkait pemahaman keagamaan. Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang religius dan agamis adalah buah dari hasil yang telah ditanam oleh para pendahulu. Para pendidik harus mengedepankan rasa syukur terhadap apa yang telah ditanam oleh para kyai, ulama, guru dan orang tua dengan merawat dan memeliharanya.

Baca juga  Buruh Karawang Deklarasikan Gus Muhaimin sebagai Presiden tahun 2024.

“Tidak ada profesi yang paling mulia daripada mendidik manusia. Agama kita bicara tentang ilmu dan akhlak yaitu bagaimana pendidikan agama itu terintegrasi pada setiap mata pelajaran dan bahan ajar,” ujar Menag.

Sekarang muncul pemahaman dan pengamalan nilai Islama yang menurut Menag terjerambab pada pemahaman praktek ektrim, berlebihan atau yang sering disebut dengan lawan dari moderat. Sebagian saudara muslim dalam memahami teks ada yang berlebihan dan terlalu bertumpu pada teks tanpa mengunakan konteks dan inilah yang kadang menimbulkan persoalan.Begitu juga sebaliknya yang terlalu mendewakan konteks.

“Kami di Kemenag dengan masukan tokoh Muhammadiyah, NU dan ormas lainnya ingin mengajak bukan menegasikan agar mereka mereka kembali kepada jalan wasathiyah. Dan itulah yang kami sebut dengan moderasi beragama,” jelasnya.

Menag menegaskan jangan sampai ada ketersendatan pada pemahaman esensi nilai nilai agama. Harus ada pendidikan kepada anak didik misalnya kenapa sholat dan sebagainya. “Saya ingin menitipkan ini agar para pendidik memiliki kepedulian dan perhatian yang cukup dari aspek ini. Karena agama pada akhirnya adalah akhlak,” ujar Menag.

Kedua, terkait wawasan kebangsaan. Beragama lanjut Menag adalah berindonesia dan mencintai tanah air bagian dari iman.

Menag juga mengingatkan kepada para pendidik bahwa kaidah atau metodelogi jauh lebih penting daripada bahan ajar. Artinya cara seorang pendidik menyampaikan materi jauh lebih penting dari bahan ajar. Nemun sehebat apa pun metodelogi masih jauh lebih penting akan keberadaan seorang guru yang mengajar dengan rasa cinta.

Baca juga  Pemerintah Harus Mengkaji Ulang Beberapa Kebijakan Manteri

“Dengan cara inilah kita akan menghasilkan anak-anak didik terbaik,” pesan Menag yang dalam Rembug Nasional FGM tersebut dipandu Sekretaris Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Alpha Amirrahcman dan Ketua Pimpinan Pusat FGM Pahri.

Pada kesempatan yang sama, di hadapan para pendidik, Menag mengajak untuk bersama-sama bagaimana mengatasi berbagai persoalan bangsa yang dikenal sangat agamis dan religius yakni Indonesia.

“Apa yang akan kita warisakan kepada generasi mendatang? Karena amanah ini ada pada diri kita, bahkan kemulian bahwa kita ditakdirkan menjadi pendidik. Tuhan memilih kita untuk menyandang profesi yang begitu mulia dalam mempersiapkan generasi mendatang serta membentuk karakter dan menanamkan nilai agama untuk menjaga harkat martabat manusia,” katanya.

Simak:

“Saya memang sudah berniat dari kemarin untuk bisa hadir dalam rembug nasional FGM ini. Saya menyampaikan apresiasi yang setingi tingginya dan terima kasih kepada Forum Guru Muhammadiyah yang sudah membaktikan diri dalam mempersiapkan generasi dan peradaban di masa mendatang agar semakin baik,” imbuhnya.

Pewarta: Fera Agustina
Editor: Didik Hariyanto
Sumber: Kemenag

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *