PILIHANRAKYAT.ID, Jabar-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mulai memetakan wilayah rawan banjir dan longsor menjelang puncak musim hujan. Pemetaan dilakukan sebagai langkah awal mitigasi, mengingat Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan tingkat kejadian bencana hidrometeorologi tertinggi di Indonesia.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat menyebut pemetaan ini berbasis Kajian Risiko Bencana, yang menggabungkan data historis, kondisi geologis, topografi, serta kerentanan sosial di tiap kabupaten/kota. “Setiap wilayah memiliki karakter ancaman berbeda. Pemetaan ini penting agar penanganan dan peringatan dini bisa lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Zona Selatan dan Barat Rawan Longsor
Dari pemetaan terbaru, kawasan selatan dan barat Jawa Barat tercatat sebagai daerah dengan risiko longsor tertinggi. Struktur tanah yang labil dan aktivitas manusia yang mengubah tata lahan menjadi faktor pendorong. Beberapa daerah perbukitan seperti di Kabupaten Cirebon—termasuk Kecamatan Beber, Greged, dan Waled—telah ditetapkan sebagai zona merah longsor saat curah hujan meningkat.
Pantura dan Dataran Rendah Masuk Peta Banjir
Sementara itu, wilayah utara dan tengah Jabar, terutama kawasan pantura dan daerah dataran rendah, digolongkan sebagai kawasan rawan banjir. Kombinasi curah hujan tinggi, sedimentasi sungai, dan permukiman padat memperbesar risiko genangan hingga banjir luapan.
Siaga Darurat Hingga April 2026
Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana untuk 27 kabupaten/kota sejak 15 September 2025 hingga 30 April 2026. Penetapan status ini bertujuan mempercepat koordinasi lintas lembaga dalam penanganan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, serta abrasi.
BPBD Jawa Barat juga memperkuat jaringan komunikasi dengan BMKG dan PVMBG untuk memperbarui data potensi bencana. Langkah-langkah mitigasi yang disiapkan meliputi pemetaan mikro, sosialisasi kesiapsiagaan kepada warga, serta rekomendasi teknis terkait tata guna lahan dan vegetasi penahan longsor.
Imbauan untuk Warga
BD meminta masyarakat yang tinggal di daerah rawan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi perubahan cuaca ekstrem. “Warga harus memperhatikan informasi resmi, menyiapkan jalur evakuasi, dan segera melapor jika melihat tanda-tanda potensi bencana,” kata pejabat BPBD.
Pemetaan kerawanan yang disusun BPBD Jabar diharapkan menjadi acuan utama pemerintah daerah dalam pengurangan risiko bencana, sekaligus mencegah jatuhnya korban jiwa dan kerusakan yang lebih besar pada musim hujan tahun ini.




