PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali memakan korban di Jawa Timur. Delapan ekor ternak dilaporkan mati, sementara ratusan lainnya terpapar virus yang menyerang hewan berkuku belah tersebut. Pemerintah daerah kini menunggu pasokan vaksin dari Kementerian Pertanian untuk menekan laju penularan.
Dinas Peternakan Jawa Timur mencatat, hingga akhir Januari 2026, ratusan kasus PMK ditemukan di sejumlah kabupaten. Mayoritas ternak yang terinfeksi masih dalam perawatan, sebagian dinyatakan sembuh, dan sebagian kecil mati. Pemerintah daerah menyebut tingkat kematian relatif rendah, namun tetap waspada terhadap potensi penyebaran lebih luas.
Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur menyatakan, keterbatasan vaksin menjadi tantangan utama dalam pengendalian wabah. Saat ini, Pemprov Jatim masih menunggu distribusi dosis vaksin PMK dari pemerintah pusat, yang akan diprioritaskan untuk wilayah dengan tingkat penularan tinggi.
“Penanganan dilakukan dengan pengobatan simptomatis, pembatasan lalu lintas ternak, dan pengawasan ketat di lapangan. Vaksin menjadi kunci agar penularan tidak meluas,” kata pejabat Dinas Peternakan Jatim, Senin, 26 Januari 2026.
Kementerian Pertanian sebelumnya menyatakan telah menyiapkan jutaan dosis vaksin PMK untuk didistribusikan secara bertahap ke daerah terdampak. Namun, proses distribusi dinilai belum sepenuhnya menjangkau kebutuhan di lapangan, terutama di sentra-sentra peternakan.
PMK merupakan penyakit menular yang dapat menyebar cepat melalui kontak langsung antarternak, peralatan kandang, hingga mobilitas manusia. Pemerintah mengimbau peternak segera melapor jika menemukan gejala PMK dan tidak menjual atau memindahkan ternak yang sakit.




