Daerah  

Cuaca Jatim Senin 3 Agustus: Mayoritas Wilayah Cerah, Suhu Mencapai 33 Derajat

PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Jawa Timur diperkirakan didominasi cuaca cerah pada Senin, 3 Agustus 2026. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG, sejumlah wilayah lain mengalami udara kabur hingga kabut atau asap.

Wilayah yang diprakirakan cerah antara lain Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban, Ngawi, Madiun, Mojokerto, Jombang, Kediri, serta sejumlah daerah di Madura seperti Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Kondisi ini membuat aktivitas luar ruang relatif memungkinkan, meski paparan panas tetap perlu diperhatikan.

Sementara itu, udara kabur diprakirakan terjadi di Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Probolinggo. Adapun kondisi kabut atau asap diperkirakan muncul di sejumlah wilayah, antara lain Tulungagung, Lumajang, Banyuwangi, Pasuruan, Kota Malang, dan Kota Batu.

Baca juga  Tak Terima Aibnya Diumbar, Lucinta Luna Amuk Barbie Kumalasari

Suhu udara Jawa Timur diperkirakan berada pada rentang 15 hingga 33 derajat Celsius. Kota Batu menjadi salah satu wilayah dengan suhu terendah, yakni sekitar 15-23 derajat Celsius. Suhu tertinggi diperkirakan mencapai 33 derajat Celsius di Kota Madiun. Kelembapan udara berada pada kisaran 48-99 persen.

Prakiraan tersebut datang ketika Jawa Timur memasuki periode puncak musim kemarau. BMKG memperkirakan puncak musim kemarau 2026 secara umum terjadi pada Agustus hingga September. Sebagian besar wilayah juga diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Baca juga  Soal Dugaan Upah Rendah, Manajemen RS Graha Sehat Kraksaan Belum Buka Suara

Namun musim kemarau tidak berarti seluruh wilayah Jawa Timur terbebas dari hujan. Dalam prospek cuaca periode 31 Juli hingga 6 Agustus 2026, BMKG masih mencatat adanya potensi hujan di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG juga mengingatkan bahwa penguatan El Niño dapat meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.

Masyarakat Jawa Timur yang beraktivitas di luar ruangan pada Senin, 3 Agustus, disarankan memantau pembaruan prakiraan cuaca dari BMKG. Perubahan kondisi atmosfer dapat membuat prakiraan berbeda antarwilayah, sehingga informasi cuaca setempat tetap menjadi rujukan utama sebelum bepergian atau melakukan kegiatan di luar rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *