PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong peningkatan pemanfaatan gas bumi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Langkah ini dinilai sejalan dengan agenda transisi energi menuju sumber yang lebih bersih dan efisien.
Dalam keterangan resminya pada 15 Februari 2026, BPH Migas menyebut gas bumi memiliki peran strategis sebagai energi yang relatif lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil lain. Pemanfaatannya, terutama untuk sektor industri kecil dan menengah, diyakini mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan daya saing usaha.
Kepala BPH Migas meninjau langsung penggunaan gas bumi di salah satu pelaku usaha untuk memastikan distribusi dan pemanfaatannya berjalan optimal. Lembaga ini juga menegaskan komitmennya mengawal ketersediaan serta pemerataan infrastruktur jaringan gas di berbagai daerah.
Menurut BPH Migas, penggunaan gas bumi tidak hanya berdampak pada efisiensi biaya, tetapi juga mendukung pengurangan emisi. Karena itu, percepatan pembangunan jaringan gas rumah tangga dan industri menjadi salah satu fokus pengawasan di sektor hilir migas.
BPH Migas menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha diperlukan agar pemanfaatan gas bumi semakin luas. Dukungan regulasi dan pengawasan distribusi dinilai penting untuk menjaga pasokan tetap stabil dan tepat sasaran.
Pemerintah sebelumnya menempatkan gas bumi sebagai energi transisi dalam bauran energi nasional. Optimalisasi pemanfaatannya diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor energi sekaligus memperkuat fondasi ketahanan energi jangka panjang.
Dengan berbagai langkah tersebut, BPH Migas berharap penggunaan gas bumi semakin masif di sektor produktif. Upaya ini diharapkan memberi dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat serta mendukung agenda pembangunan energi berkelanjutan.




