PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Ruas jalan penghubung Desa Segaran menuju Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, terputus akibat longsor pada Senin, 23 Februari 2026. Material tanah ambrol sepanjang sekitar 20 hingga 30 meter dan menggerus badan jalan yang menjadi akses utama warga dari Condong ke Tiris.
Jalur tersebut setiap hari digunakan masyarakat untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, serta distribusi hasil pertanian. Dampaknya, kendaraan roda empat tidak dapat melintas dan arus lalu lintas dialihkan. Kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas secara terbatas di sisi jalan yang dinilai relatif aman.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo, Hengky, mengatakan pihaknya telah melakukan asesmen teknis di lokasi untuk menghitung kebutuhan anggaran dan menyiapkan desain penanganan konstruksi. “Kami sedang melakukan inventarisasi dan menghitung kebutuhan anggaran. Rencananya akan dibahas penggunaan Belanja Tidak Terduga agar penanganan bisa segera dilakukan,” ujarnya, Selasa, 24 Februari 2026.
Menurut Hengky, karakter longsoran di Segaran memerlukan perlakuan teknis berbeda dibanding titik lain di wilayah Tiris, seperti di Andung Biru. Dengan panjang terdampak mencapai 30 meter, dibutuhkan desain konstruksi yang tepat agar tidak terjadi longsor susulan. Ia menambahkan, ruas Condong–Segaran sebenarnya telah masuk dalam rencana kegiatan tahun ini dan tinggal menunggu proses lelang serta pelaksanaan.
Selain penanganan jalan, PUPR juga mempersiapkan pembangunan dua jembatan di wilayah Tiris dan Andung Biru menggunakan anggaran BTT, dengan prioritas pada akses yang berdampak langsung terhadap warga yang berpotensi terisolasi. Pemerintah daerah berharap langkah tersebut dapat memperkuat konektivitas masyarakat dan mengurangi ketergantungan pada satu jalur.
Dari sisi mitigasi kebencanaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah memasang tujuh lembar terpal sepanjang sekitar 35 meter untuk menutup bagian tebing dan badan jalan yang longsor. “Pemasangan terpal bertujuan mengurangi infiltrasi air hujan ke dalam tanah sehingga memperlambat potensi pergerakan tanah lanjutan,” kata Lana mewakili BPBD.
Sementara itu, Kapolres Probolinggo AKBP Wahyudin Latif meninjau lokasi dan menetapkan penutupan jalur bagi kendaraan roda empat. Pengamanan dilakukan bersama Polsek, Koramil, pemerintah desa, dan kecamatan. Dinas Perhubungan turut memasang water barrier untuk menutup akses roda empat serta mengatur arus kendaraan roda dua. Hingga kini tidak ada laporan korban jiwa, namun aktivitas warga di wilayah Tiris dan sekitarnya terganggu sambil menunggu perbaikan permanen.




