PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Pemerintah Kabupaten Probolinggo mencairkan tunjangan bagi guru ngaji menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Kebijakan ini mendapat apresiasi dari anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Arief Hidayat, dari Fraksi PDI Perjuangan.
Arief, yang akrab disapa Dayat, menilai langkah cepat pemerintah daerah tersebut sangat membantu para guru ngaji, terutama dalam menghadapi meningkatnya kebutuhan ekonomi menjelang Lebaran.
“Tunjangan itu sangat berarti, apalagi cair sebelum Lebaran. Kita tahu sendiri bagaimana pengeluaran jelang hari raya,” ujar Dayat pada Jumat, 20 Maret 2026.
Menurut dia, pencairan tunjangan sebelum Idulfitri menjadi bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap peran guru ngaji di tengah masyarakat. Ia juga menilai kebijakan ini dapat meningkatkan semangat para pengajar dalam membina pendidikan keagamaan di tingkat akar rumput.
Meski demikian, Dayat mengingatkan pentingnya kejelasan kriteria penerima tunjangan agar program tersebut tepat sasaran. Ia mengaku menerima laporan adanya penerima yang dinilai belum memenuhi kelayakan.
“Nantinya kami berharap ada kriteria yang jelas bagi guru ngaji yang bisa mendapatkan insentif. Kami mendapat laporan ada yang menerima tunjangan, tetapi hanya memiliki mushalla tanpa santri. Hal seperti ini harus menjadi perhatian agar tidak menimbulkan gejolak,” katanya.
Ia mendorong pemerintah daerah untuk segera menyusun standar yang terukur dan transparan dalam penyaluran tunjangan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh guru ngaji yang aktif mengajar.
Pencairan tunjangan ini diharapkan tidak hanya menjadi stimulus ekonomi jangka pendek, tetapi juga bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat pendidikan keagamaan di Kabupaten Probolinggo.




