Daerah  

Samakan Persepsi Hadapi Kerawanan Sosial Keagamaan, Kodim Probolinggo Perkuat Sinergi dengan FKUB

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Komando Distrik Militer (Kodim) 0820/Probolinggo bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo menggelar rapat koordinasi dan halal bihalal yang melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dewan penasehat, serta pengurus FKUB, Sabtu, 11 April 2026.

Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi antar pemangku kepentingan dalam merespons potensi kerawanan sosial keagamaan yang dinilai kian kompleks. Selain mempererat silaturahmi, forum tersebut juga diarahkan untuk menyamakan persepsi serta merumuskan langkah strategis menjaga stabilitas sosial dan kerukunan umat beragama.

Kepala Staf Kodim 0820/Probolinggo Mayor Caj Aminudin Abadi mengatakan forum ini memiliki peran penting dalam membangun komunikasi lintas sektor. Ia menilai dialog yang konstruktif diperlukan untuk mengantisipasi potensi konflik berbasis keagamaan sejak dini.

“Ini menjadi media untuk menyamakan persepsi dan langkah strategis dalam menghadapi potensi kerawanan sosial keagamaan, sekaligus membahas program kerja FKUB tahun 2026,” ujar Aminudin.

Baca juga  Setelah Didesak, Perusahan Tambang Lakukan Perbaikan

Ia menambahkan, koordinasi yang solid dan komunikasi terbuka menjadi kunci dalam memperkuat kolaborasi antar lembaga. Menurut dia, FKUB diharapkan terus aktif mengedukasi masyarakat terkait pentingnya moderasi beragama serta berperan sebagai mediator dalam menyelesaikan potensi persoalan.

Ketua FKUB Kota Probolinggo Ahmad Hudri menyebut penguatan kerukunan umat beragama tidak cukup dilakukan melalui forum formal semata. Ia menekankan perlunya pendekatan berkelanjutan melalui edukasi yang sistematis dan terarah kepada masyarakat.

Menurut Hudri, FKUB akan melanjutkan program penguatan kapasitas kelembagaan yang telah dirintis sejak 2025, termasuk pendidikan karakter dan keagamaan. Program tersebut ditujukan untuk memperluas jangkauan pembinaan, tidak hanya terbatas pada perwakilan unsur agama, tetapi juga masyarakat secara luas.

Baca juga  DPC K-Sarbumusi Probolinggo Kecam Upah Murah PT Klaseman: “Ini Bentuk Perbudakan Modern”

Pada 2026, FKUB merancang tiga program utama, yakni Eko-Lingkungan berbasis nilai keagamaan, FKUB School untuk penguatan toleransi generasi muda, serta program rumah ibadah ramah anak guna menciptakan ruang ibadah yang inklusif dan aman.

Wali Kota Probolinggo Aminuddin menegaskan FKUB merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga kondusivitas wilayah. Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh aspek ekonomi dan fisik, tetapi juga oleh terpeliharanya harmoni sosial.

Pemerintah Kota Probolinggo, kata dia, berkomitmen untuk terus mendukung FKUB melalui fasilitasi dan kemitraan program. “Penguatan sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan tokoh agama menjadi kunci menjaga persatuan dan kesatuan,” ujarnya.

Aminuddin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga semangat kebersamaan dan memperkuat persaudaraan demi mewujudkan Kota Probolinggo yang harmonis, aman, dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *