Daerah  

Dua Jemaah Haji Asal Malang Meninggal Saat Perjalanan Pulang ke Tanah Air

PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Kepulangan jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 12 asal Kota Malang, Jawa Timur, diwarnai duka. Dua jemaah dilaporkan meninggal dunia dalam rentang waktu sekitar satu setengah jam saat proses pemulangan dari Arab Saudi menuju Indonesia, Kamis, 4 Juni 2026.

Peristiwa pertama terjadi ketika pesawat yang membawa rombongan Kloter 12 masih berada di udara. Sekitar 30 menit sebelum mendarat di Bandara Internasional Juanda Surabaya, seorang jemaah laki-laki berusia 70 tahun meninggal dunia.

Petugas medis yang berada di dalam pesawat sempat memberikan pertolongan. Namun, jemaah yang diketahui memiliki riwayat penyakit jantung itu tidak dapat diselamatkan. Dugaan sementara, korban meninggal akibat serangan jantung.

Duka kembali menyelimuti rombongan yang sama setelah pesawat mendarat. Seorang jemaah perempuan berusia sekitar 58 tahun asal Kota Malang meninggal dunia di dalam bus yang mengangkut jemaah dari Bandara Juanda menuju Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES). Insiden itu terjadi sekitar 1,5 jam setelah kematian pertama.

Baca juga  Pemda DIY Terbitkan Perda Ketahanan Keluarga, Menag: Terima Kasih

Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya sekaligus Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK), Rosidi Roslan, membenarkan dua peristiwa tersebut. Menurut dia, indikasi awal penyebab kematian kedua jemaah adalah serangan jantung.

“Ya memang pada waktu di pesawat dan di bus itu indikasinya jantung, serangan jantung,” kata Rosidi.

Kedua jenazah kemudian dibawa ke RSUD Haji Jawa Timur sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Rosidi mengungkapkan, hingga hari keempat fase pemulangan, jumlah jemaah haji asal Debarkasi Surabaya yang meninggal dunia mencapai 49 orang. Sebanyak 47 jemaah wafat di Arab Saudi, sementara dua lainnya meninggal dalam perjalanan pulang, masing-masing di pesawat dan di bus.

“Yang wafat di Arab Saudi kebanyakan memang memiliki penyakit bawaan, seperti hipertensi dan gangguan jantung,” ujarnya.

Baca juga  All New Honda Vario 125 Street 2026 Meluncur, Gaya Urban Lebih Kuat

Menurut Rosidi, ibadah haji merupakan aktivitas yang menuntut kondisi fisik prima. Akumulasi kelelahan selama menjalankan rangkaian ibadah, terutama setelah puncak prosesi Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), ditambah perubahan cuaca yang ekstrem, dapat memicu kambuhnya penyakit penyerta pada jemaah, khususnya lanjut usia.

Ia menjelaskan, seluruh jemaah sebenarnya telah melalui pemeriksaan kesehatan dan penetapan istithaah sebelum diberangkatkan. Namun, kondisi kesehatan dapat berubah ketika menghadapi faktor pemicu seperti kelelahan selama perjalanan.

“Kadang-kadang penyakit itu muncul ketika ada pemicu, misalnya kelelahan saat menuju embarkasi atau selama pelaksanaan ibadah,” kata Rosidi.

PPIH Debarkasi Surabaya mengimbau jemaah lanjut usia, terutama yang memiliki komorbid seperti hipertensi dan penyakit jantung, untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatannya selama proses pemulangan agar risiko gangguan kesehatan dapat diminimalkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *