Daerah  

Cuaca Jatim Didominasi Berawan, Sejumlah Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan

PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di sebagian besar wilayah Jawa Timur pada Sabtu, 6 Juni 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Meski demikian, sejumlah daerah masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada siang sampai sore hari.

Berdasarkan prakiraan BMKG, suhu udara di Jawa Timur berkisar antara 18 hingga 32 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 44 hingga 99 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh masa peralihan menuju musim kemarau yang masih menyisakan potensi pertumbuhan awan hujan.

Wilayah pegunungan dan kawasan selatan Jawa Timur diperkirakan memiliki peluang hujan yang lebih tinggi dibandingkan daerah lain. Beberapa kabupaten seperti Malang, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, hingga Kediri diprakirakan mengalami hujan lokal pada periode siang atau sore.

Baca juga  Nurdin, 3 Tahun Hak Dipilih Dicabut

Sementara itu, kawasan perkotaan di jalur Pantai Utara (Pantura), termasuk Surabaya, Gresik, dan Lamongan, diprediksi didominasi cuaca berawan. Peluang hujan di wilayah tersebut relatif lebih rendah, meskipun perubahan cuaca secara tiba-tiba masih dapat terjadi.

BMKG menjelaskan, awal musim kemarau di Indonesia tidak serta-merta menghilangkan potensi cuaca basah. Aktivitas atmosfer lokal dan pengaruh dinamika cuaca regional masih dapat memicu terbentuknya awan konvektif yang menyebabkan hujan singkat disertai petir.

Baca juga  Bapak dan Anak Jadi Korban Begal di Pasuruan, Motor Vario 160 Raib

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama bagi pengguna jalan, nelayan, serta warga yang beraktivitas di luar ruangan. Perubahan cuaca yang berlangsung cepat berpotensi mengganggu aktivitas dan mobilitas masyarakat.

BMKG juga mengingatkan agar masyarakat terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi lembaga tersebut sebagai acuan dalam merencanakan kegiatan sehari-hari, khususnya selama masa transisi menuju musim kemarau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *