PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menyambut pre-launching pembukaan Jembatan Kaca Bromo Seruni Point di kawasan Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Sabtu. Destinasi baru itu diharapkan menjadi magnet wisata baru sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di kawasan penyangga Gunung Bromo.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi mengatakan pembukaan jembatan kaca tersebut menjadi momentum yang telah lama dinantikan oleh masyarakat maupun pelaku usaha wisata.
“Alhamdulillah, momen yang ditunggu akhirnya tiba. Jembatan Kaca Bromo akhirnya sudah bisa beroperasi,” ujar Heri.
Ia berharap keberadaan destinasi baru tersebut mampu menarik lebih banyak wisatawan, khususnya wisatawan yang memasuki kawasan Bromo melalui pintu gerbang Kabupaten Probolinggo.
Jembatan Kaca Bromo Seruni Point menjadi jembatan kaca pertama di Indonesia yang dibuka untuk masyarakat. Wisatawan domestik dikenakan tarif Rp55 ribu, sedangkan wisatawan mancanegara dikenakan tarif Rp110 ribu.
Dengan panjang mencapai 130 meter dan membentang di atas jurang sedalam 83 meter, wisatawan dapat menikmati panorama Gunung Bromo, Gunung Batok, hingga Gunung Semeru dalam satu lanskap.
Sebelum dibuka, kesiapan operasional jembatan telah ditinjau oleh Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Pemkab Probolinggo, serta Forkopimka Sukapura. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengunjung terpenuhi.
Heri mengatakan Jembatan Kaca Bromo menjadi pelengkap bagi deretan destinasi wisata di kawasan Bromo. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen memberikan rasa aman kepada wisatawan agar mendapatkan pengalaman berkesan selama berkunjung.
“Harapan kami, setiap pengunjung membawa pulang cerita indah, pengalaman menyenangkan, serta kenangan baik tentang Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Geoteknik, Terowongan dan Struktur (BGTS) Kementerian PU Agung Wahyudi menjelaskan jembatan tersebut dirancang memiliki umur layanan hingga 50 tahun.
Menurut dia, usia tersebut lebih panjang dibandingkan jembatan gantung pada umumnya yang rata-rata memiliki umur rencana sekitar 20 tahun.
“Lantai jembatan menggunakan laminated glass berbahan tempered glass dengan lapisan SentryGlass Plus (SGP) setebal 25,52 milimeter,” kata Agung.
Material tersebut telah melewati berbagai pengujian, mulai dari uji beban statis hingga simulasi operasional untuk memastikan keamanan sesuai standar teknis.
General Manager The Lawu Group Achmad Ridho mengatakan pihak pengelola akan menjaga kualitas layanan melalui pemeliharaan rutin serta inspeksi berkala.
“Kami berkomitmen mengelola Jembatan Kaca Bromo Seruni Point secara profesional dengan mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan pengunjung,” ujarnya.
Melalui kolaborasi pemerintah pusat, Pemkab Probolinggo, dan pihak pengelola, Jembatan Kaca Bromo diharapkan menjadi ikon wisata baru yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.




