Daerah  

Pelajar SMKN 1 Gempol Tewas Tenggelam di Kedung Sungai Kepulungan Saat Liburan Sekolah

PILIHANRAKYAT.ID, Pasuruan-Liburan sekolah berakhir duka bagi keluarga Willi (17), pelajar asal Dusun Tamanan, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Ia ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Kedung Sungai Kepulungan pada Kamis malam, 25 Juni 2026.

Willi sebelumnya dilaporkan hilang saat berenang bersama delapan orang temannya di kawasan kedung, bagian sungai yang memiliki cekungan dalam dan dikenal dengan arus yang cukup kuat. Mereka datang untuk mengisi waktu liburan sekolah.

Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Seseno, mengatakan kejadian bermula ketika korban bersama rekan-rekannya mandi di aliran sungai tersebut. Saat sedang berenang, dua remaja tiba-tiba terseret ke bagian sungai yang lebih dalam.

Baca juga  Teddy dan Menaker Bahas Penambahan Kuota Magang Nasional

“Ketika asyik berenang, tiba-tiba dua orang remaja terseret ke bagian sungai yang lebih dalam,” ujar Joko, Jumat (26/6/2026).

Salah satu korban terseret, Nizam (17), sempat tenggelam namun berhasil diselamatkan oleh dua temannya, Ilham dan Aan. Setelah dibawa ke tepian sungai, Nizam mendapat pertolongan pertama berupa napas buatan sebelum kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Kepanikan muncul setelah para remaja tersebut kembali berkumpul di pinggir sungai. Saat menghitung jumlah anggota rombongan, mereka menyadari Willi belum muncul ke permukaan.

Baca juga  Gelora Merdeka Milik Negara, DKUPP dan Komisi I DPRD Satu Sikap

Warga sekitar bersama petugas gabungan kemudian melakukan pencarian dengan menyisir lokasi terakhir korban terlihat. Setelah beberapa waktu pencarian, tim akhirnya menemukan Willi dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban sempat dinyatakan hilang dan dilakukan pencarian bersama warga serta tim gabungan. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan kemudian diserahkan kepada pihak keluarga,” kata Joko.

Polres Pasuruan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan sungai, terutama ketika mengisi masa liburan. Orang tua juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak karena sejumlah kedung memiliki dasar sungai tidak rata dan arus bawah yang sulit diprediksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *