Gempa Pangandaran M 5,2, Enam Perjalanan Kereta Api Daop 2 Bandung Sempat Berhenti

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Pangandaran, Jawa Barat, pada Rabu malam, 5 Agustus 2026. Guncangan itu membuat sejumlah perjalanan kereta api di wilayah Daerah Operasional atau Daop 2 Bandung dihentikan sementara untuk pemeriksaan keselamatan jalur.

Gempa terjadi pada pukul 21.55 WIB dengan kedalaman 18 kilometer. Guncangan dirasakan di sejumlah lintasan vital Daop 2 Bandung, antara lain Nagreg-Banjar, Cibatu-Garut, dan Cipatat-Gandasoli.

Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo mengatakan Pusat Pengendali Operasi Kereta Api (Pusdalopka) segera menginstruksikan penghentian perjalanan kereta atau berhenti luar biasa (BLB) di stasiun maupun di tengah petak jalan. Langkah itu dilakukan untuk memastikan kondisi prasarana perkeretaapian setelah gempa.

“Keselamatan merupakan prioritas utama. Begitu menerima informasi terjadinya gempa, kami langsung menerapkan prosedur keselamatan dengan menghentikan sementara perjalanan kereta api,” kata Kuswardojo, seperti dikutip Antara, Kamis, 6 Agustus 2026.

Baca juga  Orasi Kebangsaan di Gereja Bethel Indonesia, Pimpinan Ponpes Ora Aji Dianggap Sesat

Petugas KAI kemudian memeriksa sejumlah bagian infrastruktur, termasuk rel, jembatan, terowongan, wesel, dan prasarana pendukung lainnya. Pemeriksaan dilakukan sebelum perjalanan kereta kembali diizinkan melintas.

Sejumlah kereta yang sempat dihentikan antara lain KA 306 Parcel Selatan di Stasiun Banjar, KA 300 Cikuray di Stasiun Leles, serta KA 292 Kutojaya Selatan di petak jalan Cibatu-Warungbandrek Km 217+900. KA 72 Mutiara Selatan juga berhenti di petak jalan Cipeundeuy-Cirahayu Km 237+000.

Selain itu, KA 350 Commuter Line Garut tertahan di Stasiun Wanaraja. KA PLB 80B Lodaya berhenti di petak jalan Manonjaya-Ciamis Km 289+200, sedangkan KA PLB 287A Serayu tertahan di Stasiun Cipeundeuy.

Baca juga  Betrand Peto Diusik, Ruben Onsu Murka: "Gue Bisa Lebih Gila Ketimbang Nikita Mirzani!"

Kuswardojo mengatakan penghentian sementara tersebut berpotensi menyebabkan keterlambatan perjalanan. Namun, menurut dia, keputusan itu merupakan bagian dari prosedur keselamatan untuk memastikan perjalanan kereta berlangsung aman.

“Kami memahami adanya potensi keterlambatan yang dialami pelanggan akibat penghentian sementara perjalanan kereta api. Namun langkah ini harus kami lakukan demi memastikan seluruh perjalanan berlangsung dengan selamat, aman, dan nyaman,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan petugas prasarana KAI Daop 2 Bandung menunjukkan tidak ditemukan kerusakan pada jalur maupun infrastruktur operasional kereta api. Setelah pemeriksaan selesai, seluruh perjalanan yang sempat dihentikan sementara kembali dioperasikan secara normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *