PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Ahad, 6 September 2026. Aktivitas vulkanik gunung api di Selat Sunda itu masih berada pada Level III atau Siaga.
Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi pada pukul 03.53 WIB. Erupsi terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 46 milimeter dan berlangsung selama sekitar 30 detik.
Erupsi tersebut terjadi setelah Gunung Anak Krakatau mengalami periode erupsi menerus selama sekitar 25 jam sejak Jumat malam, 4 September 2026.
Badan Geologi menyatakan episode erupsi menerus itu telah berakhir. Namun, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih tinggi sehingga status Siaga tetap diberlakukan.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau telah meningkat sejak 2 Juli 2026. Erupsi yang terjadi didominasi tipe Strombolian, yang dapat menghasilkan lontaran material pijar dan abu vulkanik.
PVMBG meminta masyarakat, wisatawan, nelayan, serta pengunjung tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Jarak aman yang ditetapkan adalah radius tiga kilometer dari kawah aktif.
Badan Geologi juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mendekati kawasan gunung api hanya untuk menyaksikan atau merekam aktivitas erupsi. Lontaran material vulkanik masih berpotensi terjadi.
Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api yang berada di Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatera. Aktivitasnya mendapat perhatian khusus karena sejarah erupsi kawasan Krakatau dan tsunami pada 2018.
Namun, berdasarkan evaluasi Badan Geologi, kondisi tubuh Gunung Anak Krakatau yang kembali tumbuh setelah erupsi 22 Desember 2018 saat ini relatif kecil. Badan Geologi menyatakan kondisi tersebut tidak menunjukkan potensi keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami.
Masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung diminta tetap tenang. Pemerintah mengimbau warga mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi, PVMBG, BNPB, serta pemerintah daerah.




