Spektakuler! Di Bidang Bisnis Kiprah Menteri Susi Diakui Dunia

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghadiri kegiatan The Women Entrepreneurs Finance Initiative (We-Fi) bertema Building a Better World for Women Entrepreneurs di Venue We-Fi u Hotel Four Seasons, 57 East 57th St, New York, Amerika Serikat, Selasa (25/9/2018).


PILIHANRAKYAT.ID, NEW YORK – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghadiri kegiatan The Women Entrepreneurs Finance Initiative (We-Fi) bertema Building a Better World for Women Entrepreneurs di Venue We-Fi u Hotel Four Seasons, 57 East 57th St, New York, Amerika Serikat, Selasa (25/9/2018).

Dalam acara tingkat tinggi di sela-sela sesi ke-73 majelis umum PBB tersebut, Menteri Susi hadir sebagai Champion yang dinominasikan oleh Jepang. Sosok Menteri Susi memang sengaja direkomendasikan oleh Menteri Luar Negeri Jepang, Taro Kono atas rekam jejaknya dalam dunia bisnis baik perikanan maupun penerbangan. Dengan demikian, Menteri Susi tergabung dalam Women’s Enterprise Leadership Group bersama perempuan-perempuan inspiratif dari berbagai belahan dunia.

Kepemimpinan Menteri Susi dalam bisnis dan kewirausahaan telah disejajarkan dengan perempuan-perempuan hebat dari berbagai belahan dunia seperti wakil yang diusung 14 negara kontributor seperti Kanada, Denmark, Jerman, Jepang, Belanda, Tiongkok, Norwegia, Republik Korea, Uni Emirat Arab, Federasi Rusia, Arab Saudi, Australia, United Kingdom (UK), hingga Amerika Serikat.

Baca: Menteri Susi Menjadi Sosok Inspiratif Dalam Pertemuan SDSN ke-13 di New York

We-Fi sendiri merupakan organisasi yang aktif dalam mendorong dan membantu wanita dari seluruh dunia khususnya negara berkembang untuk memimpin bisnis dengan dukungan akses keuangan, pasar, teknologi, dan lainnya. Hal ini bertujuan untuk memobilisasi dukungan global dalam pemberdayaan perempuan pada kegiatan ekonomi dan kewirausahaan.

Pertumbuhan pengusaha perempuan dinilai dapat mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Namun selama ini, banyak pengusaha perempuan menghadapi kendala sulitnya akses modal dan teknologi, keterbatasan jaringan, kurangnya pengetahuan, hingga hambatan hukum dan kebijakan dalam mengembangkan bisnis.

Untuk itu, We-Fi melalui pembiayaan lembaga keuangan komersial dan internasional menyediakan dukungan lebih dari USD1 miliar bagi pengusaha perempuan untuk terhubung ke pasar domestik dan global.

Baca juga  Polisi diduga melakukan kekerasan terhadap DPRD Sumut, Gerindra; Berkomitmen dalam Langkah Institusi

Pada kegiatan yang diselenggarakan oleh Uni Emirat Arab tersebut, Menteri Susi tampil bersama beberapa pengusaha perempuan hebat lainnya seperti Danièle Henkel, President Danièle Henkel Inc. dari Kanada; Susana Balbo, Chair W-20 sekaligus pengamat We-Fi dari Argentina; dan Ma Lu, Executive Vice President China Resources Group dari Tiongkok.

Baca juga: Susi Pudjiastuti Sebut Perang Dagang Cina-AS Peluang Bagi Produk Perikanan Indonesia

Dengan dimoderatori oleh Elizabeth Vazquez, President, CEO, and Co-founder, WEConnect International, pada kesempatan tersebut, Menteri Susi menceritakan awal mula dirinya terjun ke dunia bisnis. Merasa terbelenggu dengan aturan di sekolah yang mengekang pemikirannya, akhirnya Menteri Susi memilih berhenti sekolah. Dirinya yang kala itu masih gadis remaja kemudian membulatkan tekad untuk bisa mandiri dengan memulai usaha kecil-kecilan.

Ia mengaku tak suka ketergantungan karena ketergantungan akan mengurangi kemandirian. Tanpa kemandirian, dirinya merasa terbatas dalam melakukan sesuatu sehingga hasil akhir yang didapatkan tak sesuai dengan yang diinginkan.

“Untuk jadi independen, setelah keluar dari sekolah, saya memutuskan untuk menjadi pengusaha. Saya mulai dengan usaha kecil-kecilan sebagai pengepul ikan. Dengan modal yang kecil, saya memulai bisnis menjual ikan-ikan tangkapan nelayan di wilayah saya, di Pangandaran Jawa Barat dan pantai selatan Jawa. Akhirnya saya fokus di bisnis membeli lobster hasil tangkapan nelayan. Lama kelamaan, usaha saya terus berkembang,” kenang Menteri Susi seperti dikutip dari siaran pers KKP.

Baca: Menteri Susi Pudjiastuti Dorong Lulusan STP Perkuat Sektor KP Bardaulat

Bisnis perikanannya berkembang, Menteri Susi mulai memikirkan cara mengurangi kerugian akibat kematian lobster yang tinggi. Ia bertekad menerbangkan lobster-lobster tersebut langsung ke Jakarta. Ia memulai bisnis penerbangan yang mulanya hanya untuk membawa produk perikanan miliknya agar tetap segar sampai di pasaran. Namun, seiring perjalanan waktu, bisnis penerbangannya pun berkembang. Kini, penerbangan perintis miliknya telah melayani penerbangan ke berbagai daerah dan menjadi penghubung ke pelosok-pelosok Indonesia.

Baca juga  Mie Gacoan Bayar Rp 2,2 Miliar, Sengketa Royalti Selesai

“Perempuan juga bisa ambil bagian dalam bisnis dan menjadi pemimpin. Kuncinya untuk menjadi pemimpin masa depan, kita harus berani mengambil risiko dalam hidup,” ia bersemangat.

Menteri Susi mengakui, memang tak mudah untuk memulai usaha di beberapa negara. Regulasi yang tak fleksibel, paper work exercise yang berlapis, dan berbagai tantangan lain membuat semangat sebagian orang menciut. Namun menurutnya, tantangan itu justru menjadi pemacu semangat untuk menciptakan lingkungan usaha yang kondusif bagi semua pihak dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja. “Siapa bilang perempuan tak bisa? Saya sudah membuktikannya. Perempuan dan laki-laki hanyalah persoalan gender,” tandasnya.

Baca: Biografi Susi Pudjiastuti: Menteri Kelautan dan Perikanan Dengan Ijazah SMP

Dalam kegiatan ini, selain menteri Susi, para Champions (pengusaha perempuan terpilih) lainnya juga turut berbagi inovasi dan solusi peningkatan usaha tanpa bias gender. Mereka bersama organisasi sektor swasta dan publik melakukan promosi kegiatan kewirausahaan perempuan, dan memobilisasi dukungan internasional terhadap usaha perempuan. Intinya bagaimana menjadi motivator bagi para perempuan dunia untuk ikut mengembangkan bisnis demi kemajuan ekonomi dunia.

“Ini adalah bentuk pengakuan atas peran penting yang dimainkan pengusaha perempuan dalam memberdayakan wanita, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan inklusif pertumbuhan ekonomi, dan mengakhiri kemiskinan,” ungkap Presiden World Bank Group, Jim Yong Kim yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Editor: Didik Hariyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *