Jazilul Fawaid Ahirnya Mewakili PKB Duduk di Pemerintahan MPR

Jazilul Fawaid Ahirnya Mewakili PKB Duduk di Pemerintahan MPR, (Foto: Detik.com)
Jazilul Fawaid Ahirnya Mewakili PKB Duduk di Pemerintahan MPR, (Foto: Detik.com)

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Ahirnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan tegas mengeluarkan nama kadernya untuk masuk di pimpinan MPR. Nama itu yang selama ini kami tunggu dari partai. Nama itu adalah Jazilul Fawaid, dialah yang akan mewakili PKB sebagai Wakil Ketua MPR. 

Awalnya, PKB masih belum berani memunculkan nama kadernya untuk duduk di pimpinan, apalagi di pimpinan MPR. “Fraksi MPR PKB mengusulkan Bapak Jazilul Fawaid,” kata Sekretaris Fraksi PKB MPR Neng Eem Marhamah Zulfa kepada wartawan, Kamis (3/10/2019). 

Keluarnya nama Jazilul Fawaid sebagai wakil Ketua MPR bukan semerta-merta langsung dipilih oleh Neng Eem. Akan  tetapi, dilihat loyalitasnya selama dia masih berproses di PKB. Kemampuan itulah yang nantinya bisa dijadikan tolak ukur untuk Jazilul Maju dari PKB sebagai Wakil Ketua MPR.

Baca juga  Gerhana Matahari Pertama Muncul di Aceh, Ini Yang di Sebut Dengan Gerhana Cincin

Neng Eem menjelaskan, penunjukan Jazilul dilakukan melalui rapat Fraksi PKB di MPR semalam, Rabu (2/10). Jazilul dinilai layak dan cukup pengalaman sebagai Wakil Ketua MPR. Saat ini Jazilul juga mengisi posisi Ketua Fraksi PKB di MPR.

Kemampuan dan loyalitasnya yang akan menentukan dia bisa tidak akan mendapingin Ketua MPR. “Semalam kita rapatkan beliau adalah sosok yang punya pengalaman yang cukup,” ujarnya.

Baca juga  Kemendagri! Pelayanan Publik Yang Berkualitas Terus Digalakkan

Di internal partai PKB sendiri tidak menekankan Demokrasi, akan tetapi mengedepankan kapasitas ataupun kemampuan dalam semua bidang. Seperti halnya Jazilul itu, yang mana, kemampuan dan loyalitasnya bisa menentukan bahwa dia mampu akan memimpin negara yang lebih maju.

Sementara itu, terkait dukungan kepada Ketua MPR, Neng Eem mengungkapkan, PKB memutuskan menyerahkan pada musyawarah mufakat. PKB akan mendukung siapa pun calon yang terpilih dalam musyawarah. 

“Kami sepakat secara musyawarah aklamasi kesepakatan. Insya Allah tidak ada pemilihan. Apakah nanti Pak Bamsoet atau Pak Muzani,” pungkas Neng Eem.

(Rifai’i/PR.ID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *