MUI Jatim Tak Ucapkan Selamat Natal, Bagini Sikap PWNU

MUI Laran Ucapkan Selamat Natal (foto: cnn)
MUI Laran Ucapkan Selamat Natal (foto: cnn)

PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-MUI Jatim mengimbau kepada umat Muslim agar tak mengucapkan selamat Natal karena bertentangan dengan akidah Islam. Terkait pernyataan tersebut, PWNU Jatim merespon bahwa setiap ulama memiliki pandangan berbeda.

Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Abdul Matin Djawahir menyebut perdebatan tentang boleh tidaknya mengucapkan selamat natal memang tak pernah usai.

“Saat ini diramaikan tentang bagaimana menyampaikan selamat natal dan lain-lain. Sejak dulu tidak ada selesainya. Ini terdapat perbedaan antar ulama. Ada yang tidak boleh. Ada yang mengatakan boleh,” kata Matin di Sekretariat PWNU Jatim Jalan Masjid Al Akbar Surabaya, Selasa (24/12/2019).

Matin pun menyarankan hal ini tak usah dipertentangkan. Menurutnya, Allah SWT juga tak melarang setiap orang berbuat baik kepada orang-orang yang tak memusuhi Islam. Hal ini sebagaimana yang telah diucapkan Nabi Muhammad SAW.

Baca juga  Soal Fatwa Haram Netflix, MUI; Belum Membahas Jauh

Selain itu, Matin juga menilai bupati, gubernur hingga wakil presiden dan presiden sekalipun boleh-boleh saja mengucapkan selamat natal demi menjaga ukhuwah dan persaudaraan sesama umat.

“Demi menjaga ukhuwah, tidak perlu dipertentangkan. Tidak boleh ya terserah, kalau yang perlu bupati, gubernur silakan. Bukan berarti merusak iman kita. Akan tetapi Allah tidak melarang berbuat baik kepada orang yang tidak memusuhi Islam,” ungkap Matin.

“Rasul bersabda barang siapa menyakiti orang Islam maka sungguh menyakiti saya (rasul). Bagi siapa yg menyakiti saya (rasul) maka menyakiti Allah. Barang siapa yang menyakiti non islam yang tidak menyakiti Islam maka saya (rasul) musuhnya. Besok saya (rasul) musuhi di hari kiamat,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Matin juga menilai negara ini harus menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Perbedaan pendapat Ini merupakan yang wajar.

Baca juga  Silaturahmi Kebangsaan di Probolinggo, MUI dan Forkompimda Kompak Teguhkan Persatuan

“Persatuan dan kesatuan lebih diutamakan selama tidak menyentuh kerusakan akidah kita. Kalau ada pendapat perbedaan ya silakan. Tidak harus sama. Demi utuh Islam dan NKRI,” lanjutnya.

Selain itu, Matin memberi keterangan bahwa PWNU Jatim menyikapi ucapan natal ini yakni secara khilafiyah. Matin juga mengatakan banser juga diperbolehkan membantu mengamankan gereja-gereja.

“Sikap PWNU Jatim, bahwa intinya mengucapkan selamat natal kepada non muslim itu khilafiyah. Ada boleh ada yang tidak. Yang boleh berkeyaninan boleh silakan. Bagi yang tidak ya tidak. Kalau tidak punya kepentingan apa apa ya diam saja. Banser boleh jaga gereja. Tapi tidak ada instruksi. Kalau ada permintaan pemerintah ya silakan. Tidak ada larangan,” pungkasnya. (Noeris/PR.ID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *