Kades Talok terbitkan SP 1 Untuk Sekdes dan Bendahara Desa.

PILIHANRAKYAT.ID, Bojonegoro-Guna mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang mengedepankan optimalisasi pelayanan terhadap masyarakat dan guna meningkatkan ketaatan perangkat desa terhadap pimpinan, hari ini kades terbitkan SP 1.

Pemdes Talok memang Selama ini seringkali menjadi kasak kusuk warga atas ketidak singkronan antara kades dengan hampir semua perangkat desa nya. Hal itu yang selama ini menghambat komunikasi dan pelaksanaan pembangunan di desa.

Dalam melaksanakan roda pemerintahan desa saya menjalankannya sesuai apa yang menjadi tupoksi saya saja. Kata H.Samudi ketika awak media menemui. Saya berusaha menata dan menata saja. Soal bagaimana mereka mengkapnya, ya itu hak mereka.

Surat Peringatan (SP) 1 Yang saya keluarkan hari ini tidak mendadak, sudah melalui pertimbangan yang matang. Jangan lantas diartikan lain. Sebagai pimpinan saya punya tanggung jawab menata. Menjadi salah jika saya membiarkan.

Baca juga  Prabowo Tiba di Amerika Serikat, Dijadwalkan Bertemu Trump

Jabatan ini kan amanah, bukan sesuatu yang harus saya banggakan. Amanah ini yang saya jalankan. Warga menjadi tuan bagi saya. Kewajiban saya adalah melayani mereka dengan baik saja.

Yang penting bagi saya adalah kerja dan kerja, soal orang bicara baik, jelek itu kan masalah cara pandang saja. Saya tetap kerja dan kerja. Saya sadar tidak ada yang sempurna, tapi wajib hukumnya bagi saya untuk membuatnya sempurna.

Tujuan saya terbitkan SP 1 Untuk Sdr Sekdes dan Bendahara Desa itu seharusnya dilihat dalam kerangka memperbaiki kinerja, bukan upaya penghakiman seorang pimpinan terhadap anak buah. Tambah Kades yang dikenal sebagai pribadi yang rendah hati ini.

Baca juga  Ajak Kerjasama LSM Gemuruh Dan Diankresna; Santuni 40 Anak Yatim Piatu

Prosedur saja lah mas, semua juga sudah ada aturan mainnya. SP 1 yang saya tanda tangani ini sudah saya laporkan kepada BPD dan juga camat sebagai pemberitahuan. Saya akan pertanggung jawabkan ini.

Soal pro dan kontra atas terbitnya SP 1 kepada sekdes dan bendahara desa ini saya melihatnya wajar. Karena mereka selama ini sudah merasa teramat sangat nyaman. Utamanya jam kerja, selama ini amburadul. Ketik saya mulai menatanya, kenapa kok menjadi gaduh. Begitu kades mengakhiri wawancaranya.

(RED/PR.ID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *