PILIHANRAKYAT.ID, Pasuruan-Sehari menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo berziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Bangil, Ahad, 16 Agustus 2026. Ziarah nasional dan tabur bunga itu digelar sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang yang gugur dalam merebut kemerdekaan.
RusdiRusdi hadir bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Hadir pula Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan Rustandi Gustawirya, Kepala BNNK Pasuruan Masduki, serta sejumlah tamu undangan.
Menurut Rusdi, TMP Bangil merupakan tempat peristirahatan terakhir para pejuang bangsa yang gugur di medan pertempuran. Karena itu, ziarah dan tabur bunga bukan sekadar seremoni menjelang peringatan kemerdekaan.
“Bunga yang kita taburkan pagi ini merupakan simbol penghormatan. Sementara doa yang terpanjat adalah janji suci kita generasi penerus untuk terus melanjutkan perjuangan mereka,” ujar Rusdi.
Ia mengatakan momentum tersebut juga penting untuk merawat semangat nasionalisme. Nilai-nilai kepahlawanan, kata Rusdi, harus tetap menjadi pijakan masyarakat dan pemerintah dalam menjalankan pembangunan.
“Nilai kepahlawanan harus menjadi inspirasi dan pemacu semangat bagi kita semua dalam melanjutkan pembangunan daerah ke arah yang lebih baik,” katanya.
Prosesi ziarah diawali upacara penghormatan yang dipimpin Danramil Pasrepan Kapten CHK Dwi Surya sebagai komandan upacara. Upacara berlangsung khidmat dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan yang dipimpin oleh inspektur upacara.
Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga di tugu makam, dan pembacaan doa. Setelah penghormatan akhir, rombongan melakukan tabur bunga di pusara para pahlawan.
Ziarah nasional di TMP Bangil menjadi salah satu rangkaian kegiatan Pemerintah Kabupaten Pasuruan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026. Bagi Rusdi, penghormatan kepada pahlawan tidak berhenti pada seremoni, tetapi harus diteruskan melalui kerja pembangunan yang memberi manfaat bagi masyarakat.




