Daerah  

Cuaca Jatim Minggu 28 Juni 2026: Musim Kemarau Mulai Dominan, Hujan Lokal Masih Berpeluang Turun

PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Langit Jawa Timur pada Minggu (28/6/2026) diperkirakan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Memasuki periode musim kemarau, sejumlah wilayah mulai mengalami penurunan intensitas hujan, meski peluang hujan lokal masih dapat terjadi terutama di kawasan pegunungan dan wilayah tertentu.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut perubahan pola cuaca masih dipengaruhi masa peralihan musim. Kondisi atmosfer membuat beberapa daerah tetap berpotensi mengalami pertumbuhan awan hujan, meski secara umum cuaca kering mulai lebih terasa di berbagai wilayah Jawa Timur.

Wilayah pesisir dan dataran rendah, termasuk kawasan Surabaya, Sidoarjo, Gresik, hingga sejumlah daerah pantura, diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan dengan suhu yang terasa lebih hangat pada siang hari.

Baca juga  Cuaca Jawa Timur 1 Juni 2026 Didominasi Cerah Berawan, Hujan Ringan Masih Berpotensi Terjadi

Sementara itu, daerah pegunungan seperti Malang Raya, Batu, serta wilayah dataran tinggi lainnya memiliki peluang munculnya awan lebih banyak. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi secara lokal pada waktu tertentu.

BMKG mengimbau masyarakat tetap memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan. Kondisi panas pada siang hari dan perubahan cuaca lokal perlu menjadi perhatian agar masyarakat dapat menyesuaikan kegiatan.

Baca juga  Cuaca Jatim Cerah Berawan, BMKG Waspadai Hujan Lokal pada Minggu Ini

Di sektor kelautan, masyarakat pesisir dan nelayan juga diminta memperhatikan perkembangan informasi angin dan gelombang. Kondisi perairan Jawa Timur dapat berubah mengikuti dinamika cuaca dan atmosfer.

Dengan memasuki puncak musim kemarau secara bertahap, BMKG mengingatkan masyarakat untuk mulai mengantisipasi dampak berkurangnya curah hujan, seperti potensi kekeringan di sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *