Federasi KontraS; Menuntut Polisi Untuk Segera Melakukan Investigasi Forensik

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID,Jakarta-Ketegangan di Bumi Cendrawasih menarik perhatian dari Federasi Komisi Untuk Orang Hilang untuk Korban Tindak Kekerasan (Federasi KontraS) yang sejak dulu menangani masalah penculikan dan penghilangan orang secara paksa dan menangani berbagai bentuk kekerasan.

Terkait ketegangan yang terjadi, Federasi KontraS meminta supaya semua tersangka mendapat pendampingan hukum

“Kepolisian dapat melakukan upaya penegakan hukum secara akuntabel dengan memastikan semua tersangka mendapatkan pendamping hukum yang memadai” tulis Andy Irfan dalam Siaran Persnya, Jakarta (4/09/2019)

Sebelumnya Kepolisian telah mengumumkan yang tersebar di media massa bahwa telah ditetapkan 48 tersangka di Papua dan 20 tersangka di Papua Barat.

Pendampingan hukum bagi para tengka, guna tidak menyalahgunakan kekuasan bagi penegak hukum.

“Tenaga pendamping hukum untuk semua tersangka yang ditangkap Polisi sangat penting untuk dipastikan agar dalam penegakan hukum ini tidak terjadi penyalahgunaan wewenang atau kekuasaan (abuse of power) dari pihak Kepolisian. Hukum harus ditegakkan, tapi akses keadilan bagi seluruh masyarakat papua dijamin keberlangsungannya”, tegas Andy

Sementara itu, sampai dengan saat ini Polisi juga belum mengumumkan hasil-hasil investigasi forensik terkait korban-korban kekerasan selama kerusuhan.

Baca juga  Ultah SMP dan SMA Badridduja Mendatangkan 30 Yatim Piatu

Sejumlah keluarga korban telah memberikan laporan kepada KontraS Papua, bahwa beberapa korban yang meninggal dan luka-luka belum dilakukan visum et repertum terkait penyebab kematian dan luka-luka keluarga mereka.

Di Abepura Jayapura, dilaporkan pada 1 september 2019, telah terjadi kerusuhan di asrama mahasiwa pelajar jayawijaya yang menyebabkan 1 orang meninggal (atas nama Maikel Karet, 28 tahun), dan belasan luka-luka. Dokter yang memeriksa korban memberikan keterangan kepada KontraS Papua, bahwa penyebab kematian korban diduga adalah benda tajam seperti peluru yang menembus dada. Belum diketahui dari pihak mana peluru itu ditembakkan. Laporan saksi di lokasi kejadian menyebutkan, kerusuhan ini dipicu serangan sejulah massa ke asrama mahasiwa pelajar jayawijaya.

Baca juga  20 Oktober 2019 Pelantikan Presiden Dan Wakil Presiden, Jokowi; Sudah menyiapkan Kabinetnya

Di Fak-fak, banyak laporan dari saksi mata menyebutkan bahwa yang memicu kerusuhan pada tanggal 21 agustus 20019 adalah tindakan represi dari aparat keamanan yang berusaha membubarkan aksi damai. Hal sama juga terjadi Deiyai pada kerusuhan tanggal 28 Agustus 2019 yang menyebabkan tewasnya 8 orang (7 korban sipil, dan 1 dari personel TNI). Saksi mata di lokasi kejadian melaporkan bahwa pemicu bentrokan aparat dan massa demonstran adalah terjadinya penembakan di bagian kaki salah satu demonstran oleh aparat kepolisian.

Baca juga  Pembangunan Bandara Di Kediri Selangkah Lagi

Semua Informasi yang didapat dari masyarakat membuat Federasi KontraS menuntut pihak Kepolisian untuk segera melakukan investigasi forensik.

“kami menuntut Polisi untuk segera melakukan investigasi forensik dan memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik tentang semua detail peristiwa dengan mempertimbangkan informasi-informasi dari masyarakat yang menjadi saksi langsung peristiwa”, Tegasnya.

Dengan invetigasi forensik akan dapat dipastikan secara jelas apa sebab-sebab kematian, karena apa, dan oleh siapa.

Federasi juga meminta agar hasil invesigasi disampaikan ke publik agar ada gambaran utuh terkait situasi yang sebenarnya.

“Hasil invetigasi forensik ini harus disampaikan ke publik sehingga dapat memberikan gambaran yang utuh tentang situasi yang sedang dan telah terjadi selama kerusuhan berlangsung”, tulis Andi di Siaran Presnya. (Cipto/PR.ID)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Kementrian ESDM Mengeluarkan Peta Rawan Bencana Gunung Semeru

PILIHANRAKYAT.ID, Dalam rangka mengurangi resiko bencana geologi khususnya akibat letusan Gunung Api Semeru, Badan Geologi, cq. Pusat...

Mendagri Minta Kepri Tetap Kendalikan Pandemi

PILIHANRAKYAT.ID, Batam - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah di Provinsi Kepulauan...

Sajak-sajak Salman Al-Madury

Rukun Rindu Setalah selesai menghitung waktujarak semakin merontaMenghendaki sebuah jumpa Maka...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...