PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-roma khas asap yang keluar dari tungku pengasapan langsung mengundang selera. Di sejumlah daerah pesisir, seperti Probolinggo, olahan ikan asap menjadi salah satu hidangan tradisional yang kini kembali naik daun.
Ikan yang digunakan bervariasi, mulai dari tongkol, patin, hingga mujair. Proses pengolahannya terbilang sederhana, namun memerlukan kesabaran. Ikan segar dibersihkan, kemudian dilumuri garam dan air jeruk nipis untuk menghilangkan bau amis.
Bagi yang ingin rasa lebih kaya, ikan direndam terlebih dahulu dalam campuran bumbu halus bawang putih, ketumbar, gula merah, dan kecap manis. Setelah itu, ikan ditata di rak pengasapan. Arang dan kayu keras seperti mangga atau rambutan digunakan untuk menghasilkan aroma asap yang khas.
Proses pengasapan memakan waktu 2–3 jam dengan api kecil, hingga ikan berwarna cokelat keemasan dan dagingnya terasa padat. Ikan asap yang telah matang bisa langsung disantap dengan sambal atau disimpan dalam wadah kedap udara di lemari pendingin untuk stok lauk beberapa hari ke depan.
“Ikan asap ini selain lezat juga tahan lama tanpa bahan pengawet. Cocok untuk dibawa bepergian atau stok makanan,” ujar salah satu pengrajin ikan asap di pesisir Probolinggo.
Kuliner ini tak hanya mempertahankan cita rasa warisan leluhur, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat pesisir.




