PILIHANRAKYAT.ID, JAKARTA – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 1, KH Ma’ruf Amin sebelum menerima relawan dari Serikat Pekerja KSPSI di kediamannya menyampaikan bahwa, keutuhan bangsa harus senantiasa diutamakan oleh para relawan selama Pilpres 2019.
Untuk itu, kata kiai Ma’ruf, seluruh relawan pendukungnya harus bekerja secara santun dalam memenangkan dirinya dan Capres Joko Widodo (Jokowi).
“Pilpres kontenstasi tiap lima tahun sekali. Jadi jangan mengorbankan keutuhan bangsa. Terlalu mahal keutuhan bangsa goyah hanya karena pilpres. Saya selalu meminta relawan untuk bekerja secara santun, menjaga persatuan Indonesia,” ujar Kiai Ma’ruf di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/12/2018).
Baca Juga:
- Panen Bawang Merah Memuaskan, Koper Jomin dan TRB Genjot Pendapatan Petani
- 14 Tahun Bergerak di Bidang Ekonomi, Ayep Zaki: Kemakmuran Harga Mati bagi NKRI
Kiai Ma’ruf menjelaskan, selain partai politik, relawan memiliki peran yang sangat penting dalam memenangkan Pilpres 2019. Karena itu, lanjutnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin akan saling bersinergi dengan seluruh kelompok relawan yang tersebar di penjuru daerah.
“Saya pun hampir setiap hari menerima deklarasi relawan. Peran relawan penting selain peran parpol dan kelompok profesional,” kata Kiai Ma’ruf.
Mantan Ketua Umum MUI ini menuturkan, relawan yang mendukungnya saat ini sudah tersebar di berbagai daerah. Para relawan yang datang ke kediamannya selama ini, menurut dia, berasal dari berbagai segmentasi antara lain ulama, mubaligh, buruh dan milenial.
“Sehingga peran relawan penting dalam memenangkan pilpres mendatang,” mantan Rais Aam PBNU itu.
Dia pun menegaskan bahwa tidak ada persaingan antara parpol dan relawan yang mendukungnya. Karena, pada dasarnya semua pihak berlomba untuk berkontribusi memenangkan Kiai Ma’ruf bersama Presiden Joko Widodo.
“Selalu ada koordinasi relawan dan parpol karena arahnya satu yaitu memenangkan pasangan calon 1. Jadi dukungan dari berbagai pintu menuju satu pintu kemenangan,” katanya. (hatim/prid)
Editor: Didik H.





