Jam Pelajaran Bahasa Jawa Harus Ditambah DPRD DIY Kebut Pembahasan Raperda

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID, JOGJA – Minimnya jam pelajaran bahasa di satuan pendidikan mendapat sorotan dari DPRD DIY. Anggota panitia khusus (pansus) Bahan Acara Nomor 11 tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Bahasa, Sastra dan Aksara Jawa DPRD DIY Atmaji menyatakan dua jam pelajaran setiap minggunya belum cukup menjadikan para siswa di setiap tingkatan menguasai dan memahami kandungan yang ada pelajaran bahasa jawa.

”Kalau ingin anak didik kita, generasi muda kita menguasai dan memahami kandungan tentang budaya jawa, maka jam-nya harus ditambah. Jangan hanya dua jam, minimal empat jam, kalau perlu lebih,” ujar Atmaji saat rapat BA Nomor 11 di Gedung DPRD DIY Selasa (25/11) kemarin.

Ketua Pansus Bahan Acara Nomor 11 tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Bahasa, Sastra dan Aksara Jawa DPRD DIY Syukron Arif Muttaqin, SE saat menggelar public hearing di Gedung Muslimin, Pocung, Jogotirto, Berbah, Sleman Senin (24/8) lalu.

Menurut Atmaji, budaya jawa syarat dengan makna dan filosofi. Baik pada pemakaian bahasa sehari-hari, penggunaan aksara dalam berkomunikasi hingga pada aktualisasi dan ekspresi kehidupan didasari dengan landasan budaya dan filosofi yang sangat kental. ”Jadi unggah-ungguh, toto kromo dan tepo seliro dalam perilaku orang jawa itu merupakan cerminan dari budaya yang ada. Dan ini yang membedakan dengan yang lain,” tuturnya.

Baca juga  Pemerintah Manfaatkan Tenaga Surya Untuk Menerangkan Tempat Wisata

Dijelaskan, menurunnya budaya toto kromo pada  generasi muda ini karena pemahaman budaya yang berkurang. Bahkan, kecenderungannya tidak sedikit generasi muda banyak yang lebih bangga dengan budaya bangsa lain dibandingkan dengan budaya sendiri. ”Latar belakang inilah yang membuat kami (DPRD DIY, Red) berinisiasi mengusulkan raperda tentang pemeliharaan dan pengembangan bahasa, sastra dan aksara jawa,” serunya.

Baca juga  Dukun dan Hantu

Sebelumnya, warga Sihono, warga Pocung, Jogotirto, Berbah juga menyampaikan perlunya penambahan jam pelajaran bahasa jawa  di lingkungan pendidikan. Dua jam pelajaran yang dialokasikan untuk mata pelajaran bahasa jawa dirasa tidak cukup untuk memberikan pemahaman dan pengayakan budaya jawa pada generasi muda.

Baca juga  Akhirnya Inalum-PTFI Tandatangani Perjanjian Jual Beli 51 Persen Saham Freeport

”Kalau usulan kami minimal empat jam dalam setiap minggunya,” pinta Sihono dalam acara publik hearing anggota DPRD DIY Syukron Arif Muttaqin, SE di Gedung Muslimin Pocung, Jogotirto, Berbah Senin (24/8) malam lalu.

Ketua Pansus BA Nomor 11 tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Bahasa, Sastra dan Aksara Jawa DPRD DIY Syukron Arif Muttaqin, SE menambahkan akan bekerja cepat untuk menuntaskan pembahasan raperda ini. Selain karena inisiatif dewan, keberadaan raperda ini sudah sangat mendesak dan harus segera direalisasikan.

”Pembahasan tentang raperda ini sudah dilakukan dua tahun terakhir ini. Dari mulai DPRD periode lalu. Makanya, kami akan berupaya untuk s egera menyelesaikan pembahasannya dan segera bisa diaplikasikan di masyarakat dan dalam kehidupan sehari-hari,” tandasnya.

(Tim Redaksi/PR.ID)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Dunia Seni Indonesia Berduka, Radhar Panca Dahana Meninggal

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Dunia seni Indonesia kembali dirundung kabar duka usai Radhar Panca Dahana sastrawan dan budayawan ...

Datangi PBNU, Nadiem Makarim Sampaikan Maaf Ke Kaum Nahdiyin

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim sowan ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hari ini....

Muktamar Luar Biasa (MLB) PKB, Arus Bawah Partai Dorong Yenny Wahid Menjadi Ketum PKB

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Sejumlah kader daerah mendorong Muktamar Luar Biasa untuk mengganti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...