Jokowi Tidak Menyalakan Lampu Motor, Eliadi-Ruben; Ngabalin Itu Tidak Ngerti Ya?

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Presiden Jokowi tidak menyalakan lampu motornya saat konvoi berujung banyak kritikan, termasuk kritikan dari salah satu Mahasiswa Fakultas Hukum UKI Jakarta. Pasalnya, yang dimaksud oleh Eliadi dan Ruben itu bukan aturan konvoinya akan tetapi Jokowi tidak menghidupkan lampu motor.

Eliadi dan Ruben menanggapi pernyataan Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin. Bahwa Ngabalin harus faham apa yang dimasud.

Sebelumnya, Ngabalin sudah memaparkan bahwa Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden diberikan kekhususan oleh UU dalam konvoi kendaraan. Namun yang harus dicatat, mahasiswa Fakultas Hukum UKI Jakarta, Eliadi dan Ruben menggugat soal keharusan menyalakan lampu sepeda motor di siang hari, bukan soal cara konvoi Jokowi.

Berdasarkan gugatan keduanya pada Senin (13/1/2020), Eliadi ditilang Polantas di Jalan DI Panjaitan Jaktim pada 8 Juli 2019 pukul 09.00 WIB. Eliadi ditilang karena lampu sepeda motornya tidak menyala.

Eliadi sudah mempertanyakan mengapa ia wajib menyalakan lampu. Padahal, bumi sudah terang terkena sinar matahari. Namun jawaban petugas tidak memuaskan.

Eliade kemudian bersama temannya, Ruben Saputra, menggugat Pasal 197 ayat 2 dan Pasal 293 ayat 2 dan meminta untuk dihapuskan. Ayat itu adalah:

Baca juga  Sri Bintang Pamungkas, Tidak Getar Dengan Panggilan Dari Polda Metro Jaya

Pasal 197 ayat 2:

Pengemudi Sepeda Motor selain mematuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menyalakan lampu utama pada siang hari.

Pasal 293 ayat 2

Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 (lima belas) hari atau denda paling banyak Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah).

Dalam berkasnya, Eliadi juga berdalih mengapa hanya ia yang ditilang, sementara Presiden Joko Widodo yang melakukan hal serupa tidak ditilang.

Baca juga  Lomba Menulis Esai Nasional 2019 di IAIN Purwokerto

“Presidan Joko Widodo pada hari Minggu, 4 November 2018 pukul 06.20 WIB mengemudi sepeda motor di Jalan Sudirman, Kebun Nanas, Tangerang, Banten dan tidak menyalakan lampu utama sepeda motor dikemudikannya namun tidak dilakukan penindakan langsung (tilang) oleh pihak kepolisian,” kata Eliadi.

Sebagai catatan juga, pada tanggal yang dimaksud, Jokowi sedang kampanye Pilpres dalam kapasitas sebagai pribadi, bukan sebagai Presiden RI.

Namun, Ngabalin menanggapinya berbeda. Ngabalin membelokkan isu menjadi soal aturan iring-iringan konvoi Presiden.

“Saya tanya dulu ya, kalau ada traffic light begitu padat, ada kebakaran, mobil kebakaran itu kalau lewat itu disuruh untuk semua orang pengguna jalan dikasih bebas. Ada ambulans memuat orang sakit, sepadat apa pun jalan, harus dibuka, dikasih privilese, untuk apa? Untuk mobil itu,” ujar Ngabalin di Warunk Upnormal, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (12/1/2020).

Baca juga  Iran Dituding Pelaku Serangan Pabrik Aramco

Kekhususan yang dimaksud Ngabalin yaitu Pasal 134 UU LLAJ. Pasal 134 berbunyi:

Pengguna Jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan sesuai dengan urutan berikut:

a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas;

b. Ambulans yang mengangkut orang sakit;

c. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas;

d. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia;

e. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara;

f. Iring-iringan pengantar jenazah; dan

g. konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Namun, Eliadi dan Ruben tidak menggugat Pasal 134 UU LLAJ (soal prioritas lalu lintas), tapi Pasal 197 ayat 2 dan Pasal 293 ayat 2 (soal kewajiban menyalakan lampu sepeda motor di siang hari).

Lalu bolehkan orang yang konvoi sepeda motor tidak menyalakan lampu sepeda motornya? Dalam foto yang didapat detikcom, iring-iringan yang menyertai konvoi Jokowi mayoritas menyala, hanya lampu sepeda motor yang dikendarai Jokowi yang tidak dinyalakan.

Baca juga  Dari Khilafah Hingga Hoax, Pertanyaan Siswa Rohis Hujani Menag

Kasus ini didaftarkan pada 7 Januari lalu dan kini masih diproses di MK.

(Rifa’i/PR.ID)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Bocil Top Up Voucher Game Online 800 RB; KPAI Serukan Lindungi Anak Dari Pengaruh Game Online

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Di media sosial (medsos) viral video diduga orang tua sedang memarahi kasir minimarket Indomaret karena anaknya...

Serangan Hamas Tewaskan 2 Warga Israel; PM Israel Murka

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Saling serang antara Israel dan kelompok Hamas di Gaza kian intens. Gempuran roket yang ditembakkan Hamas...

Kaukus Muda PPP: Penyerangan di Masjid Al Aqsha adalah Bentuk Kekejaman Negara Apartheid Israel

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Wakil Koordinator Nasional Kaukus Muda PPP Aas Subarkah mengutuk keras aksi pengusiran paksa warga Palestina di...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...