Larang Warganya Mudik, WNA Diizinkan Masuk; Banyak Paradoks Di Negeri Ini

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Pemerintah melarang segala jenis mudik baik lokal maupun mudik antar provinsi sepanjang 6-17 Mei. Polri pun turun tangan dengan menyekat pemudik selama masa larangan mudik berlangsung. 381 posko penyekatan didirikan, ratusan ribu personel siaga.

Kendati demikian, ada hal paradoks yang justru terlihat beberapa waktu lalu,  nampak beredar video viral mengenai Warga Negara Asing (WNA) yang mendarat ke Indonesia.

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra menilai ada ketidakberaturan antara kebijakan dengan fakta di lapangan. Cenderung kontraproduktif. Hermawan menilai warga sudah jenuh dengan kondisi covid-19 dengan segala aturan timpang tindihnya.

Baca juga  Kartu Nikah Dari Kemenag Tidak untuk Menghapus atau Mengganti Buku Nikah

“Pemerintah di satu sisi menetapkan mudik dilarang, tapi di sisi lain instrumen pemerintah lain tidak sejalan dalam kebijakan, dan itu banyak sekali. Ada WNA masuk namun mobilitas dalam negeri jelas dilarang. Jadi sama saja akan ada peningkatan kasus, berpotensi besar,” kata Hermawan.

Lebih lanjut, Hermawan meminta pemerintah untuk segera menutup pintu masuk tak hanya WN India, namun WNA lainnya. Ia menyebut kebijakan itu penting lantaran saat ini Indonesia sudah mengantongi tujuh varian corona yang berhasil teridentifikasi, yakni varian D614G, B117, N439K, E484K, B1525, B1617, dan B1351.

“Seharusnya kedatangan WNA tetap tidak bisa ditoleransi. Karena kita sama halnya saat ke negara lain kita juga dibatasi,” kata dia.

Baca juga  Sekretaris Demokrat Meminta Presiden Harus Memerintahkan Penegak Hukumnya
Baca juga  Dukung Upaya Pemerintah Pusat; PT Asuransi Jiwa Sequis Life Vaksin 500 Karyawan Jenis Sinopharm

Sementara Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan tak menutup kemungkinan pemerintah juga bakal menutup akses pintu masuk kedatangan WNA secara penuh, khususnya pada WNA asal negara yang menjadi episentrum varian covid-19 baru.

“Iya akan ada [penutupan akses WNA] karena kita berusaha adaptif dengan situasi,” kata Wiku melalui pesan singkat Jumat (7/5)

Kendati demikian, Wiku tak menyebutkan kepastian kapan pembatasan mobilitas WNA di Indonesia itu mulai dilakukan. Sebab, sejauh ini diketahui masih ada WNA yang diizinkan memasuki kawasan Indonesia.

(RED/PR.ID)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Dapat Kuota Sedikit, Ketua F. PPP Kebumen Segera Komunikasi Dengan DPR RI

PILIHANRAKYAT.ID, Kebumen- Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)kembali dibuka untuk formasi guru honorer kategori agama. Berbeda...

Kunjungan Ke Yogyakarta, Airlangga Bertemu Buya Syafii

PILIHANRAKYAT.ID, Yogyakarta-Buya Syafii Ma'arif menerima kunjungan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dikediamannya, Nogotirto, Gamping, Sleman. Dalam pertemuan itu,...

Djarot Syaiful Hidayat, Pemprov DKI Kurang Matang

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat menyayangkan pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tidak melakukan perencanaan...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...