Nikita Mirzani Kembali Ke Kantor Polisi, Ada Apakah Gerangan?

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID, Siapa yang tidak kenal nyai Nikita Mirzani, hidupnya yang kontroversi hingga masuk bui, seolah menjadi bagian rutinitasnya.

Akhir Januari lalu, ibu tiga anak itu tiba-tiba dijemput paksa oleh polisi lantaran dugaan KDRT yang dilakukannya pada sang mantan suami, Dipo Latief.

Akibat hal tersebut, Nikita Mirzani pun terpaksa harus kembali merasakan dinginnya penjara.

Untungnya, setelah dua hari dibui, Nikita langsung dibebaskan dan ditetapkan sebagai tahanan kota.

Namun, baru sekitar seminggu menghirup udara bebas, mantan istri Sajad Ukra ini justru terlihat kembali berurusan polisi.

Seperti dilansir Nakita.id, pada Jumat (14/2/2020) nyai Niki tampak menyambangi Mabes Polri.

Rupanya, kehadiran Nikita di Mabes Polri bukan terkait kasus KDRT yang melibatkan dirinya.

Baca juga  Tunisia Jadi Jembatan Perdagangan Indonesia, Ini Alasannya.

Mantan kekasih Kiki ‘The Potters’ ini ternyata tengah bertindak menjadi saksi dalam laporan yang dibuat Komunitas Sahabat Polisi atas sosok berinisial SU.

Hal tersebut diungkapkan oleh pengacara Nikita, Sunan Kalijaga seperti dikutip dari kanal YouTube Beepdo.

Dalam video tersebut, Sunan Kalijaga mengatakan, ia mendampingi Ketua Umum Sahabat Polisi untuk melaporkan adanya dugaan pencemaran nama baik.

“Dugaan kami adalah sebuah fitnah yang sangat-sangat mencemarkan institusi Polri khususnya. Dan Negara Republik Indonesia dengan terduga seseorang warga negara asing.

Baca juga  Ditolak Jadi Petinggi Pertamina, Ahok; Hidup Gue Ditolak Melulu

Dengan demikian, pada hari ini kami akan secara resmi melaporkan orang tersebut untuk segera ditindaklanjuti,” jelas Sunan Kalijaga.

Sunan Kalijaga mengatakan, pihaknya telah meminta penyidik untuk menelusuri pihak-pihak yang terkait dan terlibat dalam kasus tersebut.

Baca juga  Gara-gara Kolam Renang, Nikita Mirzani Bertengkar Dengan Billy Syahputra

“Serta agar supaya laporan kami dapat perhatian sehingga tidak ada lagi ke depan hal serupa atau seperti saat ini yang menjadi kegaduhan,” sambungnya.

Menurut Sunan Kalijaga, berdasarkan alat bukti, inisial SU yang ditengarai sebagai Sajad Ukra menyatakan, bahwa institusi Polri bisa dibayar untuk menggerakkan sesuatu kewenangan.

“Dan juga orang tersebut menyatakan bahwa negara Republik Indonesia ini adalah negara yang korup.

Dari dasar alat bukti tersebut, maka kami menduga ada satu pelanggaran peristiwa pidana berdasarkan UU ITE,” ujar Sunan Kalijaga.

Tak lupa, ia juga menjelaskan bahwa dalam laporan ini, Nikita Mirzani hanya bertindak sebagai saksi.

“Dalam hal ini, Nikita Mirzani sebagai saksi,” ujar Sunan Kalijaga singkat. (Nolhe/PR.ID)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Tips Menjadi Trading Handal Bagi Pemula, No 1 Andalan Mimin

Bagaimana tips menjadi trading handal, khusunya bagi kamu sebagai pemula? Pertanyaan itu mungkin seringkali muncul di benak kalian, apalagi didukung dengan berbagai kemudahan teknologi dan informasi yang saat ini sudah melimpah ruah.

Harlah NU, Kader NU Tambelang Harus Semakin Maju

PILIHANRAKYAT.ID, Krucil - Dalam rangka Harlah NU yang ke 96. Ranting NU Desa Tambelang Kecamatan Krucil Probolinggo...

Launching KTA IA UPN V Yogyakarta

PILIHANRAKYAT.ID, Yogyakarta - Pengurus Ikatan Alumni (IA) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta launching Kartu Tanda Anggota...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...