PILIHANRAKYAT.ID, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendo’akan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) agar partainya bisa lulus di tahun 2024.
Pasalnya, Ma’ruf bangga dengan PPP karena telah mendukung dirinya menjadi Presiden dan Wakil Presiden pada 2019.
Hal itu dikatakan saat Ma’ruf Amin menghadiri acara DPRD Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dalam sambutannya, Ma’ruf mendoakan agar PPP lulus di Pemilu 2024.
“Saya berdoa mudah-mudahan kalau tahun 2019 ini kalau lolos, kategorinya kategori lolos, mudah-mudahan kalau 2024 lulus. Lulus itu kembali kepada.. kepada PPP yang sesungguhnya,” kata Ma’ruf Amin di acara ‘Workshop DPRD Provinsi dan Kabupaten Kota PPP’ di Hotel Red Top, Jakarta Pusat, Sabtu (15/2/2020).
Ma’ruf juga menyampaikan ungkapan terima kasihnya kepada jajaran PPP karena telah mendukung dirinya dan Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019.
“Sekaligus saya sampaikan terima kasih karena PPP telah mendukung kami. Pak Jokowi dan saya sebagai presiden dan wakil presiden,” ucap Ma’ruf.
Ma’ruf mengatakan PPP sebagai partai yang memperjuangkan aspirasi umat memiliki tugas yang tidak ringan. Dia berharap aspirasi partai dapat tetap disalurkan sesuai bingkai kebangsaan dan kenegaraan.
“Cuma saya berharap bahwa dalam kita menyampaikan aspirasi itu tetep berada dalam bingkai kebangsaan dan kenegaraan kita. Dalam bingkai kesepakatan nasional kita. Karena Indonesia dibangun berdasarkan kesepakatan nasional,” kata Ma’ruf.
“Pancasila adalah kesepakatan nasional titik temu. NKRI adalah kesepakatan nasional karena itu kami menyebutnya negara kesepakatan,” tambahnya.
Selain itu, Ma’ruf menyampaikan 5 visi misi pemerintah dalam periode 2019-2024. Pertama membangun SDM, meneruskan infrastruktur, menyederhanakan regulasi, mereformasi birokrasi, serta transformasi ekonomi.
Ma’ruf kemudian menyinggung soal penggantian nama Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja menjadi Cipta Kerja. Penggantian nama itu, kata dia, lantaran masyarakat memplesetkan menjadi Cilaka.
“Istilahnya itu cipta lapangan kerja. Tapi orang pelesetin disingkat cilaka. Karena itu diganti sekarang cipta kerja. Bukan cipta lapangan kerja, cilaka itu. Maka itu menjadi cipta kerja. Maksudnya aturan ini untuk menciptakan pekerjaan untuk masyarakat supaya tidak terjadi pengangguran, investasi masuk, ekonomi berjalan tidak ada hambatan, terbuka lapangan kerja yang banyak,” tutur Ma’ruf.
Hadir dalam acara ini Ketum PPP Suharso Monoarfa, Wakil Menteri Agama Zainut, Sekjen PPP dan juga Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani, serta seluruh jajaran PPP. (Rifa’i/PR.ID)




