PILIHANRAKYAT.ID, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mendikbud, Muhadjir Effendy mengatakan kepada para siswa dan siswi SMA/SMK di Indonesia sebagai generasi yang bakal berperan aktif di Era Indonesia Emas Tahun 2045 bahwa, Presiden selalu menyampaikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar. Hal itu disampaikan Presiden berulang-ulang. Banyak yang mengkritik kenapa Presiden harus menyampaikan hal itu secara berulang-ulang.
“Sebetulnya yang mesti kita pahami kenapa hal itu diulang-ulang, karena itu menunjukkan betapa pentingnya kesadaran pemahaman terhadap negara kita,” kata Mendikbud saat memberikan sambutan pada acara Apresiasi Siswa SMA/SMK Berprestasi (ASB), di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (14/12/2018) lalu, dilansir dari laman Kemendikbud.
Simak: Hadapi Era Indonesia Emas 2045 Mendikbud Imbau Siswa SMA/SMK Perjuat Jaringan
“Kita adalah negara besar, bangsa yang besar dalam arti kuantitas. Penduduk kita sekarang 263 juta jiwa. Data terakhir kita berada dalam negara terbesar ke-4 di dunia, setelah Cina, India, Amerika, kemudian kita Indonesia. Ini adalah anugerah, karena tidak semua bangsa, tidak semua negara memiliki jumlah penduduk seperti Indonesia”, imbuhnya.
Mendikbud menjelaskan, Indonesia mempunyai wilayah yang sangat besar. Luas Indonesia dari Aceh sampai Merauke sama dengan jarak dari Istanbul, Turki sampai ke London, Inggris.
“Kita punya 17 ribu pulau dan sangat kaya dengan budaya. Salah satu Direktur UNESCO menyampaikan kepada saya, negara anda luar biasa, kalau Amerika superpower dibidang senjata, negara anda superpower di dalam budaya”, ungkap Mendikbud.
Karena itu, ia berharap supaya Indonesia jangan sampai terpecah belah, jangan sampai tercabik cabik oleh apapun penyebabnya.
“Kita sudah besar, majunya yang belum. Sekarang tugas kita adalah menjaga bangsa ini, kemudian membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju. Yang paling bertanggung jawab ke depan, Anda semua yang harus bertanggung jawab, ingat 100 tahun Indonesia masuk usia emas, Anda juga genap usia sekitar 45 tahun, dalam proses Indonesia untuk menjadi maju” tutur Mendikbud.
Dalam memajukan bangsa ini, kata Mendikbud, ada prasyaratnya, salah satunya adalah infrastruktur atau prasarana. Sebelum ada sarana, harus didahului dengan prasarana. Pra itu sebelum, jadi sebelum ada kendaraan harus ada jalannya, sehingga jalan adalah prasarana, dan kendaraan itu adalah sarananya. Infrastruktur adalah mutlak apabila kita ingin maju, tidak ada satupun negara maju tanpa didukung infrastruktur yang kuat.
Simak:
- Mendikbud Akui Indonesia Kaya Karya Sastra yang Mencerdaskan Siswa
- Menuju Kongres Kebudayaan Indonesia 2018, Mendikbud: Merumuskan Sosok Kebudayaan Indonesia
- Mendikbud Bersama 4 Mantan Mendikbud Bahas Pembangunan Museum Pendidikan
“Sekali lagi, kita sudah menjadi bangsa besar tetapi yang penting kita berjuang jadi negara maju. Banyak negara yang sudah maju tapi tidak besar. Bagaimana mau jadi bangsa besar kalau hanya 1 pulau kecil, tidak mungkin. Jadi jangan dikira tidak banyak yang iri dengan Indonesia. Banyak bangsa yang iri dengan Indonesia, karena kita ditakutkan orang menjadi bangsa yang besar, tugas kita adalah menjadi bangsa yang maju,” tegasnya.
“Itulah saya kira nasehat saya sebagai orang tua, saya percaya dengan kamu semua untuk menjadi tulang punggung masa depan Indonesia menjadi bangsa yang maju”, pungkas Mendikbud.
Pewarta: Mursyidul Umam
Editor: Didik Hariyanto





