Puisi  

Puisi Khalil Ramli : Aku Lelaki Madura | Depan Jendela | Di Tepi Laut | Perempuan di Atas Karang | Surat Cinta

Aku Lelaki Madura 

Akulah lelaki madura
yang ingin memahami kemerduan
dan keindahan puisi.
Yang ditulis dua belas november
sembilas belas tahun lalu.
Oleh sepasang kekasih
di bawah ranjang pengantin.
Tempat puisi-puisi sebelumnya lahir.

Aku tidak sedang meminta
Puisi itu telanjang sendiri.
Sebagai keterpaksaan supaya
Ia mengerti tentang kegilaanku.

 Aku sadari dalam dirinya
Ada kehendak kuasa
Ada jiwa kuasa
Ada dunia yang lebih luas dari duniaku sebagai pecinta
Dan lebih tinggi martabatnya.

Jogja, 17 November 2015

Sumber Gambar: www.facebook.com/kholil.thembing

Depan Jendela 

 Juitaku
jangan kau berdiri disitu.
Masuklah kedalam puisiku.
Hilangkan keraguanmu.
Telah aku siapkan untukmu
hari-hari yang penuh dengan cinta kasih.

Meski hari-hari berlalu.
Puisi yang akan aku suguhkan untukmu.
Telah mampu menyimpan segala peristiwa.

Juitaku
Jangan kau hanya berdiri
Depan jendela puisiku.
Masuklah.

Jogja, 16 Januari 2014

Di Tepi Laut 

Di tepi laut

Seorang anak kecil duduk
Membuat rumah pasir.
Tangannya sangat lihai sekali.
Seperti seorang seniman yang sedang melukis langit
dengan kuas rajutan ibunya.
Atau seperti penyair yang sedang
memotong tangan senja
Untuk dijadikan judul puisinya.

Setelah rumah pasir itu rampung.
Ombak datang mencurinya.
Anak kecil itu tertawa
Lalu berlari mengejar ombak yang membawa rumahnya.

Setelah lama anak kecil mengejar ombak.
Akhirnya tertangkap pula ombak si pencuri.
Tawa anak kecil itu semakin jadi.
Kemudian ia peluk rumah pasirnya.
Dan membaringkan tubuhnya
di tubuh ombak.
Tanpak dari kening dan kedua matanya.
Pasir cita-citanya berhamburan seperti bintang.

Jogja, 18-19 Januari 2015

Perempuan di Atas Karang 

Dari kedua matanya
ikan-ikan berlarian.
Takut terbawa ombak
dan terbentur pada karang.

Jogja, 22 Januari 2015

Surat Cinta 

Kekasih (semoga),
Puisi ini adalah surat cinta kepadamu
Kata yang urung aku ucapkan malam itu
Sebab gugup tidak ingin lepas dari bibirku

Sebagai orang yang mencintaimu
Puisi ini menyeru rindu sebagai cinta
yang menggelayut di setiap kata
Demi percumbuan kudus antara aku dengan-Nya

Betapa ingin aku lepas dari gugup matamu
Yang menyebabkan riuh nyanyian tidak karuan
Mungkin erangan Hawa atau gema detak jantung Adam
setelah mereka menelan khuldi di taman Firdaus

Sekian lama menanti
Berharap aku berdua, saat terbaik
Membentang cinta sebagai langit yang meneduhkan
Tempat kalbu mengukir yang retak

Ada malam, di mana kuncup bunga-bunga musim semi
Membuka pesta bulan purnama
Di kala aku terbawa aura wajahmu yang jelita
Dihajar harap dan cahaya cinta

Kekasih, aku ingin kau membaca surat ini tanpa suara
Tapi dengan desis hati dan detak jantungmu sendiri
Sebab puisi ini adalah jalan sederhana
Untuk mengantarkan suara cintaku kehatimu

Jogja, 03 Februari 2015 M.

Kholil Ramli adalah penyair kelahiran Dusun Tembing Desa Batudinding Kecamatan Gapura Sumenep Madura. Lahir dari pasangan Bapak Syamsuni dan Ibu Rumiyati, tepat pada tanggal 16 Mei 1993. Juga mempunyai adek kandung laki-laki bernama Muhammad Syarif Muzammil. Adapun riwayat pendidikannya, M.I Raudlatul Ulum (2000-2006) Banjar Barat Gapura Sumenep, MTs. al-Karimiyyah (2006-2009) Beraji Gapura Sumenep, MAN Sumenep (2009-2012), dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Jurusan Filsafat Agama (2013- sekarang). Selain sekolah formal, aktif juga di beberapa komunitas sastra: Komunitas Rudal Yogyakarta, Masyarakat Bawah Pohon (MBP) Yogyakarta, Rumah Kreasi Jihad Yogyakarta, Receh, Gembel Mp dll. Selain itu juga aktif dalam Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Koprs Tanah Air (2013) Rayon Pembebasan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga. Dalam menulis, penyair belajar secara otodidak di Yogyakarta dengan memanfaatkan ruang-ruang inspiratif (komunitas sastra), juga dengan membaca dari beberapa karya-karya penyair yang menjadi madzhab sastra di Indonesia, dan dari karya-karya sesama penyair lainnya. Sebab sebelum penyair berada di Yogyakarta sama sekali tidak mempunyai kepiawaian dalam dunia menulis. Blog: http://thembing.blogspot.co.id/ Fb: https://www.facebook.com/kholil.thembing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *