(Tan Hamzah)
PILIHANRAKYAT.ID, Bondowoso-Reboisasi merupakan kegiatan penghijauan di kawasan hutan atau areal yang akan dijadikan kawasan hutan. Areal tersebut bisa berupa hutan yang telah rusak atau areal non-hutan yang akan dijadikan hutan.
Dalam bahasa Inggris, reboisasi disebut reforestation. Berdasarkan kamus Merriam Webster, reforestation diartikan sebagai “tindakan menanam bibit pohon atau pohon muda di daerah dimana dulu ada hutan (terjemahan-red)”. Dalam bahasa Indonesia, kadang-kadang disebut juga reforestasi.
Reboisasi merupakan salah satu cara untuk meregenerasi kawasan hutan yang telah rusak. Kadang kala hutan yang telah rusak bisa memulihkan dirinya sendiri dengan melibatkan benih tanaman yang terbawa oleh angin atau binatang. Tetapi laju penghutanan secara alami tidak sebanding dengan laju kerusakan hutan atau deforestasi. Bahkan pada tingkat kerusakan yang parah alam tidak bisa memulihkan dirinya sendiri.
Di kawasan hutan Bondowoso, kondisi fisik hutannya masih terjaga, di beberapa kawasan terutama di lereng pegunungan, hutan dijadikan kawasan cagar alam dan dilindungi oleh pemerintah. Namun soal kerusakan hutan tidak bisa dipungkiri, ini disebabkan karena bencana alam atau manusia yang diam-diam mencuri pohon di hutan. Untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan yang lebih besar, pihak perhutani Bondowoso menerapkan kebijakan pembukaan kawasan hutan dan melakukan reboisasi menggunakan pohon kopi.
Pemilihan pohon kopi sebagai alternatif untuk menahan longsor di daerah lereng gunung cukup efektif, terutama di kawasan pegunungan Argopuro, sebelah barat Bondowoso. Inovasi dalam pembukaan kawasan hutan yang dilakukan perhutani tidak sembarangan, di dalam perkebunan, pohon kopi dijadikan tanaman pendukung di samping pohon yang lebih tua, sehingga kekuatan tanah makin kuat, dan berpotensi menyerap air lebih banyak. Terbukti di kawasan lereng Argopuro saat ini jarang terjadi longsor dan banjir yang meluap ke pemukiman warga.
Kombinasi hutan kopi mempunyai banyak manfaat, selain sebagai lahan penyerap air, hutan kopi juga dapat menjaga suhu udara tetap terjaga, serta meningkatkan pendapatan ekonomi warga, area perkebunan hutan yang saat ini mencapai 500 hektare di kawasan Argopuro telah ikut berkontribusi dalam membangun ekonomi kreatif warga, dan produksi yang melimpah sekitar 300 ton lebih pada tahun 2015.




