wahai betapa,
ratna mutu manikam
yang tersembunyi di luar
kekuasaanmu, Pangeran !
taburlah cinta
dan kebijaksanaan kepada sesama,
biar kegelapan dan alpa
pergi ke alam misterinya diri
![]() |
| (Sumber Gambar: Koleksi Pribadi – Istimewa) |
2013/2015
Panorama Sungai
tiga ekor capung tidur di tangkai bunga pecut kuda
di tepi sungai yang mengalir tenang di dada
ekornya meneteskan peluh pembajak tanah lempung
betapa senyum kupandang di langit menguning
sekuning buah pinang di genggaman nenek pemina
batinku menggelar keriangan kenangan masa kanak
nyaris segalanya tenggelam ke palung bulan sungai
bersama deru dongeng jenaka anak-anak pedalaman
terdengar manuk besar paruh, berbulu hijau biru
pamakan berak manusia, mengakak-ngakak
dari terowongan kecil, sangkarnya yang kotor
serupa teror ketakutan, ngakaknya menggedor
kesadaran anak-anak yang renang di sungai di dadaku
dan terbanglah capung ke arah matahari tenggelam
2013
Menulis Nasib
dan entahlah, terkadang kita unik dan lucu
kemudahan berkehidupan kita serimpung sendiri
dengan kaki-kaki tipu daya dari hutan mati
sementara kesulitan dibiarkannya liar meneror
tidakkah keakraban menjadi tali temali
umpama batu-batu langit membentuk rasi
seolah arah nasib dan takdir tertulis di sana
padahal yang bernama hidup adalah usaha;
misal pembelah kayu atau pemecah batu
dan segala bentuk hadirnya rerintang
akhirnya keterima dengan dada yang lapang
lihat langit bermatahari itu,
lihatlah leher bukit-bukit berpohon itu,
pantulannya menggambar wajah Tuhan
2013
Sopir Mikrolet
cerita sopir tua mikrolet dalam kemudi
perihal keisengan selebritis dan politisi
akurat data-datanya meski tanpa catatan kaki
sumbernya dari berita-berita dalam televisi
ia sopir gondrong yang sedikit uban
tanpa sandal, musik dan handphone
ia terus bercerita dan aku mendengar saja
lalu keakraban terjalin dalam lalu lintas
umpama teman lama melepas kangen
ia tak nampak risau tanpa banyak penumpang
sesekali tawanya lepas; sempurna
aku iseng tertawa senang tanpa komedi
pikir dan rasa hendak menyambutnya
lebih hangat dalam soneta dan nyata
2013
Penjaga Musim
kami berdiri di dada lapangmu awasi cuaca
di langit utara, udara hinggap di pepohonan
kicauan camar terbang berkepak-kepak lembut
dari ranting ke ranting jambu mente
debar sabar leleh ke pematang kecupi belalang
dan kupu-kupu putih gesit. lihatlah lembar sayapnya
memetakan rumput-rumput mimpi, benih-benih impian
serta lembar-lembar doa yang menulis arahnya sendiri
bukan tangan malaikan dan atau iblis
apalagi sengat keringat pada pelipis
yang menggariskan markah masib kami
tak lain dari jerih payah urat kawat-tulang besi
di badan kami yang dirawat dan diruwat
sebagai penggenap musim panen raya
2013
Tabiat Petani
tak semanis kental nira murni memang
juga tak sesegar air kelapa muda atau cuka
zat hayat sepanjang usia di tanah kami,
rasanya selezat buah mente di tangkainya
setiap matahari tiba di atas kepala
kami nikmat dengan makanan dari alam
menyantap rujak kecut buah mente
berpedas-pedas ria sepedas hidup di ladang
namun hidup mengalir penuh kesegaran
dilintasi kemarau harum dan hujan sedap
di hati kami musim gembira lebih panjang
di dada lapangmu kami berdiri
hayati kebesaran jiwa manusia madura :
inilah tabit kami para petani di dua musim
2013
Achmad Sulaiman adalah pemangku blog pilihan rakyat (pilihanrakyatnews.blogspot.co.id). Juga seorang blogger dan penulis lepas. Sesekali diundang menjadi Notulen, moderator, dan pembaca puisi.





