Puisi  

Sajak-Sajak Achmad Sulaiman

Ratna Mutu Manikam

wahai betapa,
ratna mutu manikam
yang tersembunyi di luar
kekuasaanmu, Pangeran !

taburlah cinta
dan kebijaksanaan kepada sesama,
biar kegelapan dan alpa
pergi ke alam misterinya diri

(Sumber Gambar: Koleksi Pribadi – Istimewa)

2013/2015

Panorama Sungai

tiga ekor capung tidur di tangkai bunga pecut kuda
di tepi sungai yang mengalir tenang di dada
ekornya meneteskan peluh pembajak tanah lempung
betapa senyum kupandang di langit menguning

sekuning buah pinang di genggaman nenek pemina
batinku menggelar keriangan kenangan masa kanak
nyaris segalanya tenggelam ke palung bulan sungai
bersama deru dongeng jenaka anak-anak pedalaman

terdengar manuk besar paruh, berbulu hijau biru
pamakan berak manusia, mengakak-ngakak
dari terowongan kecil, sangkarnya yang kotor

serupa teror ketakutan, ngakaknya menggedor
kesadaran anak-anak yang renang di sungai di dadaku
dan terbanglah capung ke arah matahari tenggelam

2013

Menulis Nasib 

dan entahlah, terkadang kita unik dan lucu
kemudahan berkehidupan kita serimpung sendiri
dengan kaki-kaki tipu daya dari hutan mati
sementara kesulitan dibiarkannya liar meneror

tidakkah keakraban menjadi tali temali
umpama batu-batu langit membentuk rasi
seolah arah nasib dan takdir tertulis di sana
padahal yang bernama hidup adalah usaha;

Baca juga  Doa Cinta Seorang Kekasih Sebelum Tidur

misal pembelah kayu atau pemecah batu
dan segala bentuk hadirnya rerintang
akhirnya keterima dengan dada yang lapang

lihat langit bermatahari itu,
lihatlah leher bukit-bukit berpohon itu,
pantulannya menggambar wajah Tuhan

2013

Sopir Mikrolet

cerita sopir tua mikrolet dalam kemudi
perihal keisengan selebritis dan politisi
akurat data-datanya meski tanpa catatan kaki
sumbernya dari berita-berita dalam televisi

ia sopir gondrong yang sedikit uban
tanpa sandal, musik dan handphone
ia terus bercerita dan aku mendengar saja
lalu keakraban terjalin dalam lalu lintas

umpama teman lama melepas kangen
ia tak nampak risau tanpa banyak penumpang
sesekali tawanya lepas; sempurna

aku iseng tertawa senang tanpa komedi
pikir dan rasa hendak menyambutnya
lebih hangat dalam soneta dan nyata

2013

Penjaga Musim

kami berdiri di dada lapangmu awasi cuaca
di langit utara, udara hinggap di pepohonan
kicauan camar terbang berkepak-kepak lembut
dari ranting ke ranting jambu mente

debar sabar leleh ke pematang kecupi belalang
dan kupu-kupu putih gesit. lihatlah lembar sayapnya
memetakan rumput-rumput mimpi, benih-benih impian
serta lembar-lembar doa yang menulis arahnya sendiri

Baca juga  2020

 bukan tangan malaikan dan atau iblis
apalagi sengat keringat pada pelipis
yang menggariskan markah masib kami

 tak lain dari jerih payah urat kawat-tulang besi
di badan kami yang dirawat dan diruwat
sebagai penggenap musim panen raya

2013

Tabiat Petani

tak semanis kental nira murni memang
juga tak sesegar air kelapa muda atau cuka
zat hayat sepanjang usia di tanah kami,
rasanya selezat buah mente di tangkainya

setiap matahari tiba di atas kepala
kami nikmat dengan makanan dari alam
menyantap rujak kecut buah mente
berpedas-pedas ria sepedas hidup di ladang

 namun hidup mengalir penuh kesegaran
dilintasi kemarau harum dan hujan sedap
di hati kami musim gembira lebih panjang

di dada lapangmu kami berdiri
hayati kebesaran jiwa manusia madura :
inilah tabit kami para petani di dua musim

2013

Achmad Sulaiman adalah pemangku blog pilihan rakyat (pilihanrakyatnews.blogspot.co.id). Juga seorang blogger dan penulis lepas. Sesekali diundang menjadi Notulen, moderator, dan pembaca puisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *