Seyum keabadian

Seyum keabadian, (Foto: Istimewa)
Seyum keabadian, (Foto: Istimewa)

Oleh : Salman alfarisi

Pada jejak malam yang kaku

Kau membunuh Dengan sebilah sembilu 

menancap pada sanobari yang lugu

Tak berdaya untuk melawan

Hakikat tenang dalam kenangan

Subuh mulai menyambut fajar

Harapan Tersipu dihadapan terang

Saat raut wajah menyoroti kelam yang memancar

Embun-embun mengelus dengan riang

Pada tubuh tabahku yang kian gersang

Baca juga  Sekjen PA 212 Diperiksa Polda Metro Jaya, Ini Penyebabnya

Sebatang bunga penuh kembang

Aku duri bagian dari tangkai

Semerbak taman penuh bunga

Mewangi ketebing-tebing kesepian

Aku seorang pejuang

Mengabadikan kepedihan

Bercocok tanam pada ladang kerinduan

Halimun nampak bersenandung

Berkumandang siul burung

Berkicau merdu lalu menghilang

Seperti dirimu:

Nampak Senyum sang dewi keabadian

Hanya menyelimuti alam diluar nalar

Mengikat Simpul tak terlupakan

Baca juga  Nestapa Papua dan Konflik yang Berlanjut

Tirai yang mengukir keindahan

Menjelma goresan aksara

Terlahir sebuah sajak

Bayangan silam

Yogyakarta, Januari, 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *