Oleh : Salman alfarisi
Pada jejak malam yang kaku
Kau membunuh Dengan sebilah sembilu
menancap pada sanobari yang lugu
Tak berdaya untuk melawan
Hakikat tenang dalam kenangan
Subuh mulai menyambut fajar
Harapan Tersipu dihadapan terang
Saat raut wajah menyoroti kelam yang memancar
Embun-embun mengelus dengan riang
Pada tubuh tabahku yang kian gersang
Sebatang bunga penuh kembang
Aku duri bagian dari tangkai
Semerbak taman penuh bunga
Mewangi ketebing-tebing kesepian
Aku seorang pejuang
Mengabadikan kepedihan
Bercocok tanam pada ladang kerinduan
Halimun nampak bersenandung
Berkumandang siul burung
Berkicau merdu lalu menghilang
Seperti dirimu:
Nampak Senyum sang dewi keabadian
Hanya menyelimuti alam diluar nalar
Mengikat Simpul tak terlupakan
Tirai yang mengukir keindahan
Menjelma goresan aksara
Terlahir sebuah sajak
Bayangan silam
Yogyakarta, Januari, 2020




