PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) akan menggelar Kongres ke-XX pada April 2020 di Kabupaten Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Akan tetapi pemilihan Kaltim sebagai tempat kongres menjadi polemik di tataran kader PMII di daerah. Pasalnya, sampai hari ini (30/01) Ketua Umum PB PMII Agus Herlambang dan Ketua Panitia Muhammad Zeni Syargawi belum memberi keterangan atas pemilihan Kaltim sebagai tempat kongres.
Bahkan ketika ditelusuri di laman website resmi PB PMII pun, belum ada upaya untuk mengklarifikasi terkait polemik Kongres yang bertempat di Kaltim tersebut.
Sebelumnya, wartawan pilihanrakyat.id telah mengkonfirmasi pengurus PB untuk dimintai keterangan, tapi tak ada respon apa-apa.
Menanggapi hal itu, Pengurus Cabang Probolinggo merasa kecewa dan sangat menyayangkan sikap Ketua Umum PB PMII dan Ketua Panitia Kongres yang enggan memberi keterangan terhadap media.
“Saya sangat menyayangkan sekali dengan sikap ketua umum dn ketua panitia, sehingga terkesan PMII terlalu tertutup dan kaku menghadapi media,” ucap Sholehuddin selaku Ketua Cabang Probolinggo, Kamis (30/01/2020).
“Saya berharap PB PMII memberikan klarifikasi kepada media agar kami kader PMII di daerah dapat menemukan kejelasan terkait pelaksanaan kongres,” tambahnya.
Ketidakjelasan sikap PB PMII di depan media membuat kongres tahun ini penuh teka-teki besar. Secara tidak langsung, PB PMII telah memberi contoh kurang baik terhadap kader-kader PMII di daerah soal keseriusan tanggung jawab dan komitmen.
“Tentunya kami kader di daerah akan mengambil sikap kalau pelaksanaan kongres ini sampai di undur-undur lagi, dan pesan untuk pengurus PB PMII agar benar-benar serius untuk melaksanakan kongres,” tegas Sholehuddin.
(Tim Redaksi/PR.ID)




