SMRC: Elektabilitas Gerindra Turun Seiring Penilaian Publik terhadap Prabowo

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Elektabilitas Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mengalami penurunan dalam survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Lembaga survei itu menilai pelemahan dukungan terhadap partai yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto berlangsung seiring dengan menurunnya penilaian publik terhadap kinerja pemerintah.

Hasil survei bertajuk Elektabilitas Partai yang dilakukan pada 5–19 Juli 2026 menunjukkan Gerindra memperoleh elektabilitas 16,9 persen dalam simulasi semi terbuka. Responden diminta memilih partai politik apabila pemilihan anggota DPR digelar saat ini. Gerindra berada di posisi teratas, disusul PDI Perjuangan 11,7 persen, Golkar 9,6 persen, Demokrat 8,1 persen, PKB 5,4 persen, NasDem 4,4 persen, PKS 4,4 persen, dan PSI 4,1 persen. Sebanyak 25,9 persen responden menyatakan belum menentukan pilihan atau tidak menjawab.

Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani mengatakan perolehan Gerindra saat ini menunjukkan penurunan yang cukup tajam dibandingkan hasil survei sebelumnya. Setelah memperoleh 13,2 persen suara pada Pemilu 2024, elektabilitas Gerindra meningkat menjadi 23,3 persen pada survei November 2025 dan mencapai 29,3 persen pada survei Februari–Maret 2026. Namun, dalam survei Juli 2026 angkanya turun menjadi 16,9 persen.

Baca juga  Aming Geram Pamer Kebodohan, Aming Unggah Barang-barang Brended yang Bikin Netizen Melongo

“Elektabilitas PKB, PKS, NasDem, dan PAN berfluktuasi sejak Pemilu 2024, namun secara umum cenderung menurun,” kata Deni saat memaparkan hasil survei melalui kanal YouTube SMRC TV, Kamis, 30 Juli 2026.

Menurut Deni, penurunan elektabilitas Gerindra berjalan paralel dengan melemahnya evaluasi positif publik terhadap kinerja Presiden Prabowo. Kondisi itu juga sejalan dengan menurunnya sentimen masyarakat terhadap situasi ekonomi, politik, penegakan hukum, serta pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Baca juga  Gracia Billy Mengklarifikasi Cuitannya Yang Ditanggapi Netizen

Selain Gerindra, PDI Perjuangan dan Golkar juga mengalami tren penurunan dibandingkan hasil Pemilu 2024. Elektabilitas PDIP turun dari 16,7 persen menjadi 11,7 persen, sedangkan Golkar menurun dari 15,3 persen menjadi 9,6 persen. Di sisi lain, Demokrat relatif stabil dengan elektabilitas 8,1 persen, naik tipis dari perolehan 7,4 persen pada Pemilu 2024.

Survei SMRC melibatkan 749 responden yang dipilih secara acak dari seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih. Sebanyak 83,8 persen responden diwawancarai melalui telepon dan 16,2 persen melalui wawancara tatap muka. Survei ini memiliki margin of error sekitar ±3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *