PILIHANRAKYAT. ID, Probolinggo-Masalah infrastruktur dasar seperti listrik dan air bersih masih menjadi keluhan utama masyarakat di sejumlah wilayah pedesaan Kabupaten Probolinggo. Hingga kini, masih terdapat daerah yang belum memiliki tiang listrik dan mengalami pemadaman hingga tiga kali dalam sehari. Tak hanya itu, pasokan air bersih pun belum merata, dengan banyak titik yang masih mengalami kekurangan.
Situasi ini mendapat perhatian serius dari anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi PDI Perjuangan, Arief Hidayat. Ia menilai kondisi tersebut tidak pantas terjadi di tengah komitmen pemerintah terhadap pemerataan pembangunan.
“Warga Probolinggo tidak seharusnya masih hidup tanpa listrik dan air bersih. Ini kebutuhan paling mendasar. Kalau hari ini kita masih bicara tentang tiang listrik yang belum dipasang dan air bersih yang tidak mengalir, maka ada yang sangat keliru dalam prioritas pembangunan,” tegas Arief, Rabu (11/06/2025).
Menurutnya, pemadaman listrik yang sering terjadi telah mengganggu aktivitas warga, termasuk pelaku usaha kecil dan anak-anak yang membutuhkan penerangan untuk belajar. Ketiadaan tiang listrik juga memperparah ketidakstabilan aliran listrik di wilayah tersebut.
Tak kalah penting, Arief juga menyoroti pelayanan air bersih dari PDAM yang dinilainya belum maksimal. Banyak warga masih harus mencari air bersih dari sumber lain atau membeli secara mandiri karena suplai dari PDAM belum menjangkau wilayah mereka.
“PDAM harus dievaluasi total. Ini bukan hanya soal teknis, tapi juga soal keadilan pelayanan publik. Air bersih dan listrik bukan kemewahan, tapi hak dasar masyarakat,” ujarnya.
Arief mendorong pemerintah daerah, PLN, dan PDAM untuk segera turun ke lapangan dan melakukan perbaikan secara konkret. Ia memastikan Fraksi PDI Perjuangan akan membawa persoalan ini ke pembahasan anggaran di DPRD agar ada langkah nyata yang diambil.
“Kalau pemerintah serius membangun dari pinggiran, maka ini saatnya membuktikan. Jangan sampai warga terus menunggu tanpa kepastian,” pungkasnya.
Warga pun berharap ada perubahan yang segera dirasakan. “Kami hanya ingin hidup normal, listrik menyala dan air bersih mengalir. Itu saja,” ujar seorang warga.




