Daerah  

Gelombang Sakit Akibat Cuaca Tak Menentu

PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Perubahan cuaca yang kian ekstrem dalam beberapa pekan terakhir membuat banyak warga jatuh sakit. Rumah sakit dan puskesmas di sejumlah kota melaporkan peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), flu, hingga demam berdarah.

“Cuaca yang tidak stabil membuat daya tahan tubuh menurun. Saat imun melemah, virus dan bakteri lebih mudah menyerang,” kata seorang dokter spesialis penyakit dalam di Surabaya, Sabtu, 20 September 2025.

Fenomena pancaroba, ketika suhu berubah drastis dari panas ke hujan, disebut sebagai faktor utama. Kondisi ini diperburuk dengan polusi udara, kelembapan tinggi, serta kualitas lingkungan yang menurun. Anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis menjadi kelompok paling rentan.

Baca juga  Nyekar Ke Makam Leluhur, Ganjar Ingatkan Putra Sematawayangnya Dari Mana Dia Berasal

Selain ISPA, penyakit lain yang kerap muncul adalah dehidrasi dan heat stroke akibat teriknya matahari, serta leptospirosis dan demam berdarah karena genangan air. “Kami menemukan tren meningkatnya pasien dengan keluhan sesak, batuk, dan demam tinggi sejak awal bulan ini,” ujar tenaga medis di Puskesmas Wonokromo.

Pakar kesehatan menyarankan masyarakat menjaga kebersihan, memperbanyak asupan cairan, dan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat cuaca sedang ekstrem. Masker, payung, dan pakaian pelindung dinilai penting untuk mencegah paparan langsung.

Baca juga  Mahasiswa Sampang Menolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Cuaca ekstrem kerap memicu lonjakan penyakit, terutama ketika tubuh gagal beradaptasi dengan perubahan mendadak. Sementara itu, Pilihanrakyat.id mencatat sejumlah pakar menekankan perlunya kewaspadaan lebih besar terhadap penyakit bawaan musim panas maupun musim hujan.

“Pencegahan jauh lebih murah dibandingkan perawatan. Jangan tunggu sakit parah baru ke rumah sakit,” ujar pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Airlangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *